Berita Bekasi

Miris, Kawasan Mangrove Muaragembong Kini Hilang Hingga 93,5 Persen

Saat ini sebanyak 93,5 persen hutan mangrove di Kecamatan Muaragembong telah dialihfungsikan menjadi tambak dan lahan pertanian masyarakat.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com
Hutan mangrove miliki sejuta manfaat, selain menahan abrasi laut juga bernilai ekonomi tinggi. 

TRIBUNBEKASI.COM — Kawasan hutan mangrove yang ada di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi perlu dilakukan revitalisasi kawasan lindung sebagai bentuk pemulihan struktur, fungsi, dinamika populasi, keanekaragaman hayati dan ekosistem. 

Hal itu diungkapkan oleh Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan merespon kondisi kekinian hutan mangrove di Kecamatan Muaragembong.

Menurutnya, kondisi hutan tersebut saat ini rusak akibat abrasi pantai, dan ekosistem yang sudah terdegradasi karena sebelumnya luas hutan mangrove di wilayah tersebut mencapai 10.481,15 hektar.

Namun kondisi saat ini sebanyak 93,5 persen dialihfungsikan menjadi tambak dan lahan pertanian masyarakat.

"Dalam penetapan kawasan hutan di Kabupaten Bekasi, kawasan hutan lindung luasnya mencapai 10 ribu hektar. Tapi kondisi saat ini sekitar 93,5 persen dari total kawasan hutan telah diokupasin masyarakat. Kami memiliki usulan berdasarkan kondisi diatas, maka kawasan mangrove perlu dilakukan revitalisasi kawasan lindung untuk mengembalikan alih fungsinya," ucap Dani Ramdan melalui keterangan tertulisnya, Kamis (29/9/2022).

Dani Ramdan menambahkan, pelaksanaan penanganan abrasi dan revitalisasi kawasan mangrove ini perlu dilakukan secara terpadu dan terintegrasi yang melibatkan seluruh pihak, serta dalam meningkatkan efektivitasnya dapat dipertimbangkan pula untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Baca juga: SIM Keliling Kabupaten Bekasi Jumat 30 September 2022 di Mal Pelayanan Publik, Lotte Mart Cikarang

Baca juga: SIM Keliling Kota Bekasi Jumat 30 September 2022 di Gateway Park LRT City Jatibening Hingga Pukul 10

Baca juga: Jadwal Layanan SIM Keliling Karawang Jumat 30 September 2022, Simak Lokasi dan Persyaratannya

"Pelaksanaan ini perlu dilakukan secara terpadu dan terintegrasi, oleh karena itu untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi pelaksanaanya kiranya dapat dipertimbangkan untuk ditetapkan sebagai PSN," katanya.

Lebih lanjut, Dani memaparkan fakta akibat abrasi tersebut yakni pertama, wilayah daratan Kabupaten Bekasi telah berkurang seluas 2.338,85 hektar.

Kedua, luas wilayah Kabupaten Bekasi mengalami inundasi seluas 1.700 hektar, dan ketiga, 90 persen kawasan hutan di Kabupaten Bekasi telah mengalami alih fungsi menjadi tambak, mengancam habitat flora dan fauna.

"Fakta pertama kondisi saat ini garis pantai di tiga desa pesisir Pantai Bahagia, Pantai Bakti dan Pantai Sederhana terjadi kemunduran di beberapa abad. Luas area yang dihitung kurang lebih 1.900 hektar, dimana sebagian besar area tersebut dulunya merupakan hutan mangrove yang melindungi garis pantai," tuturnya.

"Kedua, laju abrasi cukup tinggi mengakibatkan tingginya frekuensi banjir rob hingga dua kali sebulan, sehingga tergenangnya seluruh infrastuktur, rumah, sarana pendidikan dan mata pencaharian masyarakat," pungkasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved