Timnas Indonesia
Dua Hal yang Harus Diwaspadai Timnas Indonesia U-17 saat Melawan Uni Emirat Arab U-17
Bima Sakti, Pelatih Timnas Indonesia U-17, meminta anak asuhnya mewaspadai beberapa hal dalam laga kontra Uni Emirat Arab U-17.
Penulis: Alfarizy Ajie Fadhilah | Editor: AC Pinkan Ulaan
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Setelah menang besar di laga pertama Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 Grup B, Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 bersiap-siap melakoni lga ke-2.
Timnas berjuluk Garuda Asia ini akan menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/10).
Untuk menghadapi laga tersebut, Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti menilai ada beberapa poin yang harus diwaspadai dari lawan.
Apalagi UEA U-17 sudah mencatatkan hasil positif dalam dua laga yang telah dijalani di Kualifikasi Piala Asia U-17.
Dalam dua pertandingan yang dilakoni, UEA berhasil memenangi pertandingan kontra Guam dengan skor 9-0, dan menggulung Palestina dengan skor 4-3.
Serangan balik cepat
Tak hanya itu, Bima Sakti yang juga pernah menjajal kekuatan UEA U-17 pada Oktober 2020, semakin memerhatikan potensi lawannya itu.
Saat itu Timnas Indonesia U-17, yang masih dihuni oleh Ronaldo Kwateh dkk, harus takluk 2-3 di laga uji coba.
Ada beberapa hal yang disoroti oleh pelatih berusia 46 tahun itu. Termasuk soal UEA U-17 yang memiliki kemampuan serangan balik cepat.
"Kami pernah main di sana dan kena counter attack cepat. Mereka selalu memancing pemain kita," ujar Bima Sakti.
Pelanggaran di kotak penalti
"Saya sampaikan ke pemain bahwa lawan pemain Arab jangan bikin pelanggaran di kotak penalti karena akan dimanfaatkan. Kemudian kami tidak boleh terpancing dan harus tetap fokus ke pertandingan," sambungnya.
Lebih lanjut, karena jarak antar-pertandingan yang singkat, yakni hanya satu hari dengan pertandingan berikutnya, Timnas Indonesia U-17 hanya menjalani latihan pemulihan.
Timnas Indonesia U-17 baru saja mendapatkan hasil gemilang dengan mengalahkan Guam dengan skor telak 14-0, Senin (3/10).
"Besok akan lakukan latihan ringan recovery karena waktunya hanya satu hari. Beda dengan AFF 2 hari. Kami akan buat pemain nyaman, kemudian pemain yang belum main akan kami berikan latihan sendiri agar performa mereka tetap terjaga dan kondisinya sama dengan pemain yang main," tutur Bima.
"Kemudian kami akan melakukan ice bathj uga. Itu penting, dan kami akan beri makan pemain yang bergizi dan vitamin serta suplemen agar mereka siap melawan UEA," tandasnya. (m39)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Timnas-Indonesia-U-17-vs-Guam-U-17.jpg)