Berita Bekasi

Instruksikan TPID Pantau Harga Bahan Pokok, Pj Bupati Bekasi: Jangan Tunggu Barang Langka Baru Gerak

TPID diinstruksikan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan untuk terus memantau kenaikan sejumlah harga bahan pokok secara berkelanjutan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
Tribun Bekasi/Joko Supriyanto
Ilustrasi: TPID diinstruksikan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan untuk terus memantau kenaikan sejumlah harga bahan pokok secara berkelanjutan. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menginstruksikan Tim Pengandalian Inflasi Daerah (TPID) untuk terus memantau kenaikan sejumlah harga bahan pokok secara berkelanjutan.

Langkah pemantauan kenaikan harga bahan pokok dilakukan untuk mengendalikan laju inflasi pasca pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi.

"Jangan menunggu barang langka dulu baru kita bergerak, makanya saya langsung pimpin rapat tim TPID dan ditugaskan selanjutnya TPID diaktifkan rapatnya seminggu sekali untuk memantau instruksi dan kesepakatan yang telah dibuat," ujar Dani Ramdan melalui keterangan tertulisnya, Selasa (4/9/2022).

Dani tegaskan harus ada langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, terutama antisipasi kenaikan sejumlah bahan pokok.

Sebab, jika harga terkendali dan stok kebutuhan barang pokok cukup, maka tidak akan terjadi panic buying di masyarakat.

"Ya sepanjang stok tersedia, masyarakat tidak akan panik, itu lah yang harus kita pastikan, jangan menunggu barang langka dulu," katanya.

Dani juga akui jika beberapa hari lalu seluruh bupati dan wali kota se-Indonesia dikumpulkan oleh pemerintah pusat untuk ikut berperan serta mengendalikan inflasi terkait harga kebutuhan pokok.

Sebab, kondisi ekonomi global saat ini sedang mengalami ketidakpastian.

"Ternyata kondisi ekonomi global juga masih belum pasti, saat ini harga kedelai naik terus padahal kita konsumsi kedelai khususnya kebutuhan tahu dan tempe ini terbesar," ujarnya.

Di antara jangka pendek yang dilakukan pemerintah daerah yaitu ketersediaan barang impor dan subsidi kedelai.

Selain itu juga menggalakkan para petani lokal untuk dilakukan pendampingan menanam serta kepastian untuk pembeliannya. 

Termasuk mengantisipasi kenaikan harga cabai kedepannya. Sebab panen raya cabai diprediksi akan berakhir pada November 2022.

Sehingga dikhawatirkan Desember dan seterusnya ada kelangkaan dan kenaikan harga cabai di pasaran. 

"Sudah kita instruksikan langkah-langkah untuk mencari sumber-sumber cabai dari mana, supaya kita bisa melakukan pengadaan tentunya kerjasama dengan distributor-distributor," tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved