Tragedi Kanjuruhan

Selidiki Tragedi Stadion Kanjuruhan, Polisi Dalami 6 Titik CCTV di Lokasi Paling Banyak Korban

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menuturkan bahwa pihaknya memerlukan ketelitian untuk memeriksa rekaman CCTV tersebut.

Editor: Ichwan Chasani
Surya Malang/Purwanto
Aremania, sebutan untuk suporter Arema FC, menyerbu ke lapangan Stadion Kanjuruhan, Malang, setelah Arema kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. Tindakan ini berujung kepada kericuhan yang menyebabkan 127 orang meninggal dunia. 

TRIBUNBEKASI.COM — Aparat kepolisian kini terus mendalami rekaman CCTV di enam lokasi yang menjadi tempat paling banyak jatuhnya korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa rekaman CCTV itu diambil dari enam titik lokasi pintu keluar Stadion Kanjuruhan.

Lokasi itu diduga menjadi tempat paling banyak korban berjatuhan.

"Untuk labfor hari ini masih mendalami 6 titik CCTV, khususnya di pintu 3, 9, 10, 11, 12 dan pintu 13. Kenapa di 6 titik CCTV ini yang didalami oleh labfor karena dari hasil analisa sementara dinilai titik  jatuhnya korban yang cukup banyak," kata Irjen Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Malang, Selasa (4/10/2022).

Irjen Dedi Prasetyo menuturkan bahwa pihaknya memerlukan ketelitian untuk memeriksa rekaman CCTV tersebut.

Sebaliknya, rekaman CCTV itu nantinya bisa dijadikan alat bukti untuk menetapkan tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan tersebut.

"Oleh karena itu, perlu ketelitian dan kehati-hatian juga dari Labfor agar nanti bisa dijadikan sebagai alat bukti bagi penyidik sebelum penyidik nanti tentunya menetapkan tersangka terhadap seseorang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Irjen Dedi Prasetyo menambahkan tim inafis Polri juga bekerja sama dengan Labfor untuk melakukan identifikasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam maupun luar stadion Kanjuruhan.

Baca juga: Gara-Gara Dibanting Rizky Billar di Kamar Mandi, Tulang Leher Lesti Kejora Bergeser

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: PT Ihara Manufacturing Indonesia Membutuhkan Operator Mesin DC (Shotblast)

"Tim ini sudah meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan, masih mengumpulkan beberapa alat bukti dan keterangan saksi, juga sudah dimintai keterangan ahli," ungkapnya.

"Kemudian ada pemeriksaan alat bukti lainnya seperti petunjuk, surat dan baru nanti pada saatnya kita akan menetapkan tersangka dan langsung memeriksa statusnya sebagai tersangka," sambungnya.

Sanksi FIFA

Sebelumnya diberitakan, tragedi Kanjuruhan menimbulkan luka mendalam tidak hanya bagi suporter Aremania, namun juga untuk para pecinta sepak bola Indonesia.

Pasalnya, sepak bola Indonesia kini dihadapkan dengan ancaman tujuh sanksi berat dari FIFA sebagai otoritas tertinggi yang menaungi olah raga sepak bola di dunia.

Salah satunya adalah ancaman pembekuan seluruh pertandingan Liga Indonesia selama delapan tahun sebagai imbas tragedi yang stelah menewaskan setidaknya sebanyak 125 orang.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved