Berita Karawang

Bikin Pusat Pengolahan Limbah B3, Pemkab Karawang Alokasikan Lahan untuk Zona Hitam

Pemkab Karawang menyediakan ruang atau pusat untuk industri pengolah limbah industri secara terpadu.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Ilustrasi - Tumpukan limbah popok bayi dikeluahkan warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang berencana mengalokasikan lahan sebagai daerah hitam atau blackzone untuk pusat pengelolaan limbah industri terpadu. Khususnya limbah berbau, beracun dan berbahaya (B3).

Rencana itu dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Karawang tahun 2022-2042.

Blackzone ditetapkan di Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang Wawan Setiawan mengatakan, berdasarkan Karawang dalam Angka 2019 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang, ada sekitar 2.168 pabrik di kabupaten berjuluk Kota Pangkal Perjuangan.

"Itu alasannya perlu lokasi pengolaan limbah terpadu. Karena tidak bisa dipungkiri industri menghasilkan limbah B3, harus dapat dikelola dengan baik," kata Wawan Setiawan, pada Jumat (14/10/2022).

BERITA VIDEO: PJ BUPATI BEKASI ULTIMATUM PERUSAHAAN YANG CEMARI SUNGAI

Menurutnya, sejauh ini belum ada perusahaan pengolah limbah yang maksimal memusnahkan limbah B3.

Adapun beberapa jenis limbah B3 atau residunya yang juga B3 dikirim untuk dimusnahkan ke perusahaan di Bogor atau Jawa Tengah.

Selama ini limbah B3 di Karawang dikirimkan ke Bogor maupun Jawa Tengah.

Baca juga: Lowongan Kerja Bekasi: Besok Terakhir, PT Dharma Polimetal Tbk Buka Lowongan Berbagai Posisi

Baca juga: Breaking News: Kapolda Jatim Diduga Ditangkap Kasus Narkoba, Kadiv Humas: Kapolri Beberkan Sore Ini

"Yang sudah di Karawang belum maksimal. Ada yang kemudian dibuang (ditransfer) ke Bogor maupun Jawa Tengah," kata Wawan Setiawan.

Akan tetapi pada perjalanannya, kata Wawan Setiawan, ada beberapa kali ditemukan limbah B3 atau infeksius dibuang di wilayah Pangkalan dan Cibuaya.

Maka untuk memastikan limbah industri yang bersifat B3 dimusnahkan dengan maksimal atau tidak ada penyelewengan saat transportasi,

Pemkab Karawang menyediakan ruang atau pusat untuk industri pengolah limbah industri secara terpadu.

"Kita (Pemkab Karawang) melokalisasi perusahaan (pengolah/pemusnah limbah), kita siapkan tata ruangnya," jelas Wawan Setiawan.

Baca juga: Hati-Hati Warga Kota Bekasi, Polisi Petakan Ada 37 Titik Rawan Kriminalitas, Berikut Lokasinya

Baca juga: Turun Rp 5.000 Per Gram, Harga Emas Batangan Antam Di Bekasi Jumat Ini Jadi Segini, Cek Daftarnya

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved