Berita Karawang

Usai Dibentuk Tim Percepatan, Angka Stunting di Karawang Turun 8 Persen

Setelah terbentuk TPPS, angka stunting di Kabupaten Karawang yang semula 20,6 persen kini turun menjadi 12,9 persen.

Penulis: Ichwan Chasani | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com
Ketua Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting (TPPAS) sekaligus Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menunjukkan hasil kinerja yang positif.

Dengan dibentuknya Tim Percepatan Penurunan Stunting di tingkat kabupaten tersebut, angka stunting di Kabupaten Karawang yang semula 20,6 persen kini turun menjadi 12,9 persen.

Ketua TPPS sekaligus Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menjelaskan, keberhasilan menurunkan angka stunting di Karawang berkat kerja sama dan komitmen dari semua unsur.

Sebab, untuk memaksimalkan upaya penurunan angka stunting, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

“Makanya Penyaluran bantuan untuk anak stunting ini akan melalui Baznas Karawang. Bantuannya berupa makanan tambahan yang dibuat oleh pengelola Dapur Sehat Anak Stunting (DASHAT),” ujar Aep Syaepuloh, pada Kamis (20/10/2022).

BERITA VIDEO : DPPKB KARAWANG BERJIBAKU TURUNKAN ANGKA STUNTING

Selain itu juga, kata Aep Syaepuloh, dalam upaya penurunan stunting terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Karawang dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat.

Misalnya dari program anak asuh hingga dapur sehat, pihaknya menggandeng swasta yakni Nestle Indonesia.

Selain itu, lanjut Wakil Bupati ini, Karawang juga telah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) nomor 18 tahun 2022 tentang KB Pasca Persalinan (KBPP).

Baca juga: Kantor Cabang dan Gudang Alfamart Karawang Gunakan Energi Terbarukan

Baca juga: Jadwal Layanan SIM Keliling Karawang, Jumat 21 Oktober 2022, Simak Lokasi dan Persyaratannya

Bahkan, terbitnya Perbup nomor 18 tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Penyelamatan Ibu Bayi Baru Lahir dan Pelayanan Pasca Persalinan, membuat Karawang jadi percontohan implementasi Perbup KBPP di Jawa Barat.

Aep Syaepuloh mengatakan, menerbitkan Perbup KBPP merupakan salah satu prioritas Pemda Karawang tahun ini.

Selain berupaya menekan angka kematian ibu pasca persalinan. Perbup KBPP ini juga diharapkan mampu menjadi solusi penanganan stunting di Karawang.

“Bupati sangat fokus tentang hal ini. Jangan sampai angka kematian ibu pasca melahirkan ini masih tinggi, arahan beliau juga kita harus fokus angka menekan stunting,” kata Aep Syaepuloh.

“Mudah-mudahan, terbitnya Perbup KBPP ini Kabupaten Karawang juga bisa zero stunting sebelum 2024,” tandasnya. 

Baca juga: SIM Keliling Kabupaten Bekasi Jumat 21 Oktober 2022 di Mal Pelayanan Publik, Lotte Mart Cikarang

Baca juga: SIM Keliling Kota Bekasi Jumat 21 Oktober 2022 di Gateway Park LRT City Jatibening Hingga Pukul 10

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved