Kisah Inspiratif

Jalani Prinsip Berani Mencoba Alias Tak Takut Gagal, Yayan Setiawan Sukses Jadi Pengusaha Ikan Lele

Ternyata prinsip berani mencoba alias tidak takut gagal menjadi pedoman hidup yang mengantarkan Yayan Setiawan (52).

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Yayan Setiawan (52), pemilik tambak ikan lele sedang memberikan pakan yang berlokasi di kawasan Bojong Menteng, Rawalumbu, Bekasi, Minggu (30/10/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, RAWALUMBU --- Berawal dari modal yang minim, siapa sangka, Yayan Setiawan (52) kini jadi pengusaha lele yang sukses mengelola ternak ikannya.

Dalam sebulan, Yayan mampu meraup omzet puluhan juta rupiah. Dahsyat.

Apa yang membuat ayah tiga anak ini sukses menjadi pengusaha ikan lele?

Ternyata prinsip berani mencoba alias tidak takut gagal menjadi pedoman hidup yang mengantarkan Yayan Setiawan (52) kini sukses seperti sekarang ini.

BERITA VIDEO : AKHMAD MARJUKI KENANG MERANTAU KE IBUKOTA CUMA MODAL BAJU

"Kami meminimalisirkan modal, maka dari itu saya tidak hanya membuat tambak menggunakan baja ringan saja. tetapi, ada juga menggunakan bambu jadi biaya juga lebih murah," ucap pria yang karib disapa Yawan saat ditemui Wartakotalive.com di Tambak Ikan Lele, Bojong Menteng, Rawalumbu, Bekasi, Minggu (30/10/2022).

Yawan melanjutkan, bisnis ikan lelenya ini berdiri sejak tahun 2017. Selain hobi, lokasi tempat tinggalnya juga mendukung untuk membuat usaha tambak ikan lele.

"Kan ini memang berdekatan dengan tempat wisata Situ Rawa Gede, akhirnya saya berinisiatif membuat tambak sistem keramba pakai drum-drum, baja ringan, dan juga bambu," ucapnya.

Baca juga: Ingin Sukses Menjadi Seorang Content Creator? Berikut Tiga Tips Jitu dari YouTuber Olivina Maskan

Baca juga: Sukses Kelola Sampah Jadi Duit, Pusat Daur Ulang Mekarmukti Kini Menaungi Tujuh Bank Sampah Warga

Ia menuturkan, untuk benih ikan lele itu sendiri berasal dari pemasok yang berada di wilayah tempat tinggalnya.

"Saya beli benih ikan itu ukuran 4 sampai 5 sentimeter (cm), pemasoknya jadi ada beberapa dari teman-teman saya juga," jelas dia.

Untuk mendapatkan ikan lele yang siap dikonsumsi, kata dia, membutuhkan waktu selama 3 bulan.

"Kenapa 3 bulan? Karena saya kan memberikan pakannya menggunakan pelet pabrik dan di campur dengan limbah ayam. Hal tersebut dilakukan agar menghasilkan keuntungan yang lebih besar," jelas dia.

Ribuan ikan lele yang ada di tambaknya ini diberikan pakan setiap pagi dan sore hari.

"Kalau pagi pukul 09.00 WIB sudah mulai saya beri pakan pabrik yakni pelet. Jika sore hari, saya beri pakan limbah. Jadi bentuk ayam itu digiling," jelas dia.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved