Berita Nasional

Dinilai Tidak Disiplin, Seluruh EO Festival Musik Berdendang Bergoyang 2022 Dipanggil Sandiaga Uno

Seluruh event organizer (EO) Festival Musik Berdendang Bergoyang dipanggil Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.

Editor: Panji Baskhara
Instagram @sandiuno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (Sandiaga Uno) memanggil seluruh event organizer (EO) Festival Musik Berdendang Bergoyang 2022. Foto: Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. 

TRIBUNBEKASI.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (Sandiaga Uno) akan memanggil seluruh event organizer (EO) Festival Musik Berdendang Bergoyang.

Seperti yang diketahui, Festival Berdendang Bergoyang 2022 itu telah melebihi kapasitas penonton.

Menurut Sandiaga Uno, kejadian itu dipicu penyelenggara tak disiplin.

"Untungnya tidak terjadi korban jiwa," katanya Sandiaga Uno seusai Malam Penghargaan Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2022 di Jakarta, Minggu (30/10/2022).

"Itu ditata dengan baik, penuh kehati-hatian, registrasi (pengunjung) terkelola dengan baik. Semuanya berjalan dengan baik," ujarnya kembali.

Sandiaga Uno menambahkan, kegiatan yang libatkan ratusan ribu pengunjung sebenarnya bisa berjalan lancar, bila pihak penyelenggara memiliki sistem yang baik.

Ia sebut penyelenggaraan festival kuliner yang berlangsung akhir pekan lalu sebagai contoh sukses.

Tidak hanya sukses, Ia sebut acara itu bahkan bisa tingkatkan omset peserta kuliner, bahkan memecahkan rekor.

Itu semua, sambung dia, tidak dilaksanakan oleh EO yang menyelenggarakan Festival Berdendang Bergoyang 2022.

Padahal, seluruh EO wajib menerapkan CHSE, khususnya poin safety (keamanan).

"Kami instruksikan EO untuk mematuhi atau mereka tidak akan diberi perizinannya karena di sini yang dipertaruhkan nyawa" ucap Sandiaga Uno.

Selain itu, Sandiaga Uno juga prihatin dengan kejadian di Itaewon, Korea Selatan.

Ia juga tak berharap tragedi pesta Halloween itu, terjadi di Indonesia.

Apalagi, Indonesia kini jadi tuan rumah G20 yang berkelas dunia.

"Kami berduka dengan apa yang terjadi di Korea Selatan. Sampai 153 pengunjung kehilangan nyawanya ini adalah sebuah bencana," ujarnya.

(TribunBekasi.com/BAS)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved