Para Orangtua yang Anaknya Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal Akut akan Layangkan Tuntutan

Orangtua para korban penyakit gagal ginjal akut yang menyerang anak akan menuntut kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/M Rifqi Ibnu Masy
Orangtua para korban penyakit gagal ginjal akut yang menyerang anak akan menuntut kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab atas meninggalnya anak mereka. Keterangan foto: Muhammad Rifai dan istri menunjukkan foto putrinya yang meninggal akibat mengalami gagal ginjal akut. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA UTARA - Puluhan orangtua yang anaknya meninggal dunia karena penyakit gagal ginjal akut berencana menuntut pihak yang bertanggung jawab.

Meski belum ada kejelasan pihak mana yang hendak dituntut, mereka sudah mengkonsolidasi dengan membentuk grup WhatsApps untuk menggandeng pengacara.

Pernyataan tersebut disampaikan salah satu orangtua korban gagal ginjal akut Muhammad Rifai (35), warga Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Rifai merupakan ayah dari almarhum FA, gadis berusia 7 tahun yang meninggal dunia karena gagal ginjal akut.

"Karena kami juga pingin menuntut juga, semua pada mau menuntut," kata Rifai saat dihubungi wartawan pada Kamis (3/11).

Memetakan

Rifai menjelaskan, dalam grup WhatsApp tersebut sudah dibahas rencana tuntutan mereka.

Puluhan orangtua korban gagal ginjal akut itu, dibantu pengacara mereka, sedang memetakan pihak-pihak yang akan menjadi sasaran tuntutan atas meninggalnya anak mereka.

Wacana tuntutan ini mencuat setelah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap PT Afi Farma Pharmaceuticals Industries.

Diduga perusahaan yang bergerak dalam bidang farmasi tersebut telah membuat obat Paracetamol dengan kadar etilen glikol (EG) melebihi ambang batas.

"Soalnya itu kan sudah fix dari obat itu, salah satunya PT Afi Pharma. Kami ketemu dulu, berembuk dulu semuanya, maunya bagaimana," ucap Rifai memaparkan isi perbincangan grup WhatsApp.

Bisa bertambah

Rifai menjelaskan, setidaknya sudah terkumpul 30 orang tua yang telah bergabung dalam grup WhatsApp. Mereka kebanyakan saling mengenal saat anaknya dirawat di RSCipto Mangunkusumo.

Jumlah orangtua yang anaknya menjadi korban gagal ginjal akut dan akan melayangkan tuntutan diprediksi akan bertambah jika korban terus berjatuhan.

"Kami enggak tahu ada berapa puluhnya. Apakah nanti bertambah lagi yang meninggalnya yang masuk grup," kata Rifai.

"Kami semuanya (orangtua pasien gagal ginjal) mencari yang bertanggung jawab," katanya tegas.

Data terakhir yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan jumlah kasus gagal ginjal akut per 1 November 2022 mencapai 325 kasus, dan 178 diantaranya meninggal dunia. (m38)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved