Selasa, 14 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

Performa EBITDA PT Lippo Cikarang Naik Tujuh Persen Meski di tengah Inflasi

Performa EBITDA PT Lippo Cikarang (LPCK) alami kenaikan sebesar tujuh persen di tengah inflasi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Ilustrasi: Performa EBITDA PT Lippo Cikarang (LPCK) alami kenaikan sebesar tujuh persen di tengah inflasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG - PT Lippo Cikarang (LPCK) melaporkan performa Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) alami kenaikan sebesar tujuh persen YoY menjadi Rp 341 miliar.

Sejalan dengan kenaikan margin laba kotor, perseroan mencetak margin EBITDA pada level yang lebih tinggi di 34 persen.

Dalam hal pencapaian pra-penjualan, perseroan dengan sukses tumbuh sebesar 33 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Marketing sales pada kuartal ketiga adalah sebesar Rp 385 miliar.

Dengan demikian marketing sales telah mencapai Rp1.006 miliar selama sembilan bulan pertama tahun 2022 atau sebesar 69 persen dari target.

"Tingkat pra-penjualan ini didorong oleh penjualan pada cluster residensial Waterfront Uptown dan lahan industri Delta Silicon 3."

"Sepanjang 9 bulan pertama, total 806 unit rumah tapak, apartemen, komersial dan lahan industri telah berhasil terjual oleh perseroan" ungkap CEO PT LPCK Rudy Halim melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/11/2022).

Selanjutnya, pencapain pra penjualan dari rumah tapak juga didorong oleh peluncuran perdana seri rumah tapak Cendana Homes di Cikarang dengan branding Cendana Spark yang memiliki lokasi strategis di depan Central Park.

Sementara itu, pihaknya juga menyampaikan meraup total pendapatan sebesar Rp 1.012 miliar selama sembilan bulan pertama tahun 2022.

"Ini menunjukkan penurunan sebanyak 14 persen selang satu tahun terakhir. Namun hal itu terjadi karena serah terima apartement Orange County pada tahun 2021."

"Sebab, apabila tidak termasuk serah terima apartemen tersebut, total pendapatan meningkat sebesar 29 persen yang didorong oleh pendapatan dari segmen residensial dan industrial," ujarnya.

Wala alami penurunan dari sisi pendapatan, laba kotor perseroan meningkat sebesar lima persen selama 1 tahun terakhir jadi Rp 526 miliar

Hal itu karena perubahan bauran pendapatan dimana didominasi oleh pendapatan dari rumah tapak.

Katanya, dengan adanya perubahan komposisi penjualan itu, tingkat margin laba kotor perseroan dapat meningkat jadi 52 persen, dari 42 persen pada tahun lalu.

Meski begitu, Rudy akui walau kondisi makroekonomi sedang cukup menantang dengan kenaikan harga bahan bakar dan inflasi meningkat, pihaknya tetap dapat mempertahankan kinerja yang baik untuk mencapai target pra-penjualan 2022.

"Kedepannya, kami akan tetap mempertahankan momentum pertumbuhan ini dan terus melanjutkan pembangunan untuk dapat melakukan serah terima tepat waktu kepada para konsumen kami," kata Rudy.

(TribunBekasi.com/ABS)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved