Berita Kriminal

Permintaan Maaf Ismail Bolong Dinilai Tidak Cukup, Ketua DPP Perisai: Segera Tangkap!

Ketua Umum PP Perisai, Chandra Halim memaparkan jika permintaan maaf Ismail Bolong itu, dinilai tidaklah cukup.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Ketua Umum PP Perisai, Chandra Halim memaparkan jika permintaan maaf Ismail Bolong itu, dinilai tidaklah cukup. Foto: Ismail Bolong 

TRIBUNBEKASI.COM - DPP Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) mengecam keras pernyataan Ismail Bolong.

Pernyataan Ismail Bolong dinilai mencemarkan nama baik Institusi Polri.

Ketua Umum PP Perisai, Chandra Halim memaparkan jika permintaan maaf Ismail Bolong itu, dinilai tidaklah cukup.

Chandra Halim mengatakan, walau beredar sebuah video klarifikasi eks anggota Polresta Samarinda Kalimantan Timur itu, aparat penegak hukum tetap harus bertindak tegas.

"Kami berharap aparat hukum tegas terhadap Ismail Bolong, meskipun dia telah melakukan klarifikasi melalui pernyataan barunya, namun tindakannya mencoreng nama baik institusi Polri” ujar Chandra Halim melalui keterangan tertulisnya pada Senin (7/11/2022).

Diketahui, isi dari cuplikan vidio pernyataan Ismail Bolong itu, menyatakan pernah menyetor uang tambang ilegal ke Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Menurut Chandra Halim, perbuatan Ismail Bolong ini pastinya akan berdampak buruk bagi nama baik instutusi kepolisian Republik Indonesia.

Sekaligus menimbulkan perspektif liar terkait tubuh institusi Polri di mata masyarakat.

"Hal ini harus disikapi serius. Setiap yang terlibat dalam proses pembuatan vidio serta penyebar nya harus diusut dan diproses secara hukum"

"Karena merugikan institusi Polri secara inmateril. Apalagi hal seperti ini menimbulkan perspektif liar di mata masyarakat terhadap institusi Polri" paparnya.

Untuk menyikapi video pertama dari Ismail Nolong tersebut, ia mendasak aparat kepolisian untuk secapatnya memproses, terkait pengakuan yang menyebut dirinya pengepul tambang.

"Kami meminta kepolisian memberantas praktik pengepulan tambang tanpa ijin yang marak terjadi, serta segera tangkap Ismail bolong karena jelas melakukan praktik pengepulan tambang tanpa izin, sehingga berpotensi merugikan negara" paparnya kembali.

Dalam Tekanan

Mengutip artikel Tribunnews.com, Ismail Bolong memberi pengakuan terbaru terkait penyataan dirinya yang viral di media sosial.

Halaman
1234
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved