Berita Daerah

Ganjar Pranowo Diapresiasi Komisi III DPR RI Soal Kasus di Desa Wadas: Semua Terencana dengan Baik

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan catatan positif dari Komisi III DPR RI mengenai permasalahan kasus di Desa Wadas.

Editor: Panji Baskhara
jatengprov.go.id
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan catatan positif dari Komisi III DPR RI mengenai permasalahan kasus di Desa Wadas. Foto: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 

TRIBUNBEKASI.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan catatan positif dari Komisi III DPR RI terkait kasus di Desa Wadas.

Komisi III DPR RI menilai Ganjar Pranowo merencanakan dengan baik, sehingga proses permasalahan di Desa Wadas juga berjalan lancar.

Hal itu diungkap Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa, seusai menggelar rapat bersama gubernur dan Forkopimda Jateng, serta instansi terkait, di Polda Jawa Tengah.

Ini kunjungan kedua komisinya, setelah sebelumnya dilakukan pada awal tahun.

"Kali kedua ini ingin memantau rekomendasi-rekomendasi kami, ternyata dari catatan-catatan rekomendasi itu semuanya hampir dipenuhi" ucap Desmond Junaidi Mahesa, Sabtu (12/11/2022).

Dia mengatakan, dari pantauan di lokasi saat mengunjungi Desa Wadas, pihaknya banyak menemukan hal-hal positif dalam proses penyelesain.

"Rapat hari ini sangat jelas solusi yang akan diberikan Pak gubernur ke depan. Dari itu tentunya, proyek pengambilan batu wadas ke depan semoga tidak ada masalah, karena semua terencana dengan baik. Akan kita lihat proses ke depannya,” kata Desmond.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan, pemprov dan Forkopimda Jateng telah berkomitmen, menyelesaikan kasus wadas dengan pendekatan personal.

"Yang sifatnya force tidak lagi digunakan. Pendekatannya lebih kepada personal, dan beberapa kali warga dialog dengan saya" kata Ganjar Pranowo.

Mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, nantinya BBWS Serayu Opak akan bertindak sebagai pelaksana.

Sementara leading sektornya yakni Kementerian PUPR, diingatkan agar tidak memperjualbelikan lahan di Wadas.

"Jangan sampai dijualbelikan dengan cara yang keliru, kira-kira begitu. Dan yang kedua, perlu menghitung bahwa kebutuhan quarry yang di Wadas itu, hanya untuk bendungan tidak untuk yang lain" tegasnya.

Untuk itu, kata Ganjar Pranowo, Polda Jawa Tengah akan terus mengawasi agar tidak terjadi kebocoran.

Ganjar Pranowo mengatakan, Komisi III juga mengingatkan agar sosialisasi ke masyarakat lebih digencarkan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved