Berita sepak bola
Ferry Paulus Hanya Mau Duduk di Kursi Dirut PT LIB Selama 3 Bulan
Ferry Paulus hanya ingin menjabat Dirut PT LIB paling lama 3 bulan karena alasan ini.
Penulis: Alfarizy Ajie Fadhilah | Editor: AC Pinkan Ulaan
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan bahwa Ferry Paulus resmi menjadi Direktur Utama PR LIB yang baru, menggantikan Akhmad Hadian Lukita.
Hanya saja Ferry Paulus mengatakan dia akan melaksanakan mandat ini hanya selama 3 bulan. Lho, kenapa?
Usai diberi mandat menjadi Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus memberikan persyaratan.
Syarat yang diajukan mantan Direktur Olahraga Persija Jakarta itu adalah, hanya ingin memangku jabatan tersebut selama 2 atau 3 bulan ke depan.
"Saya hanya bersedia untuk dalam 2-3 bulan ke depan, karena memang saya sendiri banyak kesibukan," ucap Ferry Paulus dalam konferensi pers.
Tak hanya soal kesibukan pribadinya, dia juga mengatakan bahwa menduduki kursi Direktur Utama PT LIB bukan lah tugas yang mudah.
Berkelanjutan
Dalam masa jabatannya yang relatif singkat nanti, Ferry Paulus, mengatakan ingin membawa PT LIB bisa berkelanjutan, baik dari segi regulasi sampai finansial.
"Jadi itu yang saya persyaratan kepada teman-teman. Sejujurnya jabatan ini berat," kata Ferry Paulus.
"Saya mau mengantarkan ke PT LIB ke depan lebih sustain masalah keuangan, regulasi. Setelah itu akan ada pemilihan Dirut, barangkali. Saya meminta persyaratan itu," lanjutnya.
Dalam konferensi pers seusai RUPS Luar Biasa, Ferry Paulus menyatakan ingin fokus membenahi perusahaan.
Pria yang kondang berkat kiprahnya di Persija Jakarta pada beberapa tahun lalu itu secara spesifik mengatakan akan mengefisienkan keuangan perusahaan, agar bisa meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Profit
"Namanya korporasi itu ingin mendapatkan profitabilitas yang baik dan meningkatkan revenue. Atau, kalau tidak memungkinkan, bagaimana caranya menekan biaya," ujar Ferry usai RUPSLB PT LIB yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta.
Ferry menjelaskan, PT LIB kini sedang goyah dalam hal keuangan, buntut dari berhentinya Liga 1 dan 2 Indonesia akibat Tragedi Kanjuruhan.
Mantan Direktur Olahraga Persija Jakarta itu mengatakan akan segera menyusun cara untuk menyeimbangkan keuangan klub.
"Jadi mesti dilakukan review-review, karena ketidakpastian liga membuat keuangan 'bergoyang-goyang'," kata Ferry Paulus.
Untuk informasi, Ferry Paulus menjadi direktur utama PT LIB menggantikan Akhmad Hadian Lukita yang telah menjadi tersangka terkait Tragedi Kanjuruhan.
“Saya diminta untuk membawa PT Liga Indonesia Baru memasuki satu dimensi yang baru menuju transformasi,” kata Ferry Paulus dalam konferensi pers usai RUPA
“Dan memang biasanya di dalam koorporasi itu usia dari kepengurusan selama 5 tahun, dan di-review tiap tahun oleh pemegang saham,” kata Ferry Paulus.
Mundur dari Persija
Setelah terpilih menjadi Dirut PT LIB, Ferry Paulus langsung menanggalkan jabatannya sebagai Direktur Olahraga Persija Jakarta.
"Conflict of interest (konflik kepentingan - red) pasti enggak, karena memang per hari ini saya mengundurkan diri dari Persija," ujar Ferry Paulus.
"Jadi per hari ini saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Direktur Olahraga Persija," katanya lagi untuk menegaskan.
Selain Direktur Utama, PT LIB juga memiliki susunan direksi baru dan komisaris baru.
Anggota komisaris PT LIB kini diduduki oleh Yabes Tanuro (Bali United), Ponaryo Astaman (Borneo FC),Ardian Satya Negara (Dewa United), dan Roofi Ardianto (Rans Nusantara FC).
Sementara dewan Direksi PT LIB terdiri dari Munafri Ariffudin sebagai Direktur, dan Sudjarno masih mengemban tugas sebagai Direktur Operasional.
Komisaris Utama PT LIB, Juni Rachman, mengatakan, khusus posisi komisaris masih diizinkan menjabat di klub. Sementara untuk dewan direksi tidak boleh.
"Kalau menjadi komisaris boleh, tapi kalau direksi tidak boleh karena nanti ada konflik interest. Jadi semua clear, Ferry mundur (dari Persija) Munafri sudah tidak di PSM," ucap Juni.
Persis Solo absen
RUPS Luar Biasa ini diadakan untuk menyikapi situasi Akhmad Hadian Lukita, Dirut PT LIB sebelumnya, yang menjadi tersangka Tragedi Kanjuruhan.
Ferry Paulus juga menyatakan bahwa proses pemilihannya menjadi Dirut PT LIB sudah sesuai aturan yang berlaku, terkait jumlah pemegang saham yang hadir di RUPS Luar Biasa.
Dari 19 pemegang saham PT LIB, 18 pemegang saham hadir dalam RUPS Luar Biasa kemarin.
Hanya Persis Solo yang tak hadir dalam agenda tersebut.
“Tadi pemegang saham yang tidak hadir ada satu dari 18 klub, dan PSSI diwakili Sekjen (Yunus Nusi) yang hadir. Jadi dari pemegang saham yang tidak hadir cuma satu. Secara UU Perseroan sudah memenuhi syarat menetapkan saya sebagai direktur,” ujar Ferry. (M39)
Baca berita Tribunbekasi.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Ferry-Paulus-Dirut-PT-Liga-Indonesia-Baru.jpg)