Bencana Alam

Teriakan Takbir, Empat Santri di Sukabumi Terjun dari Lantai Tiga Ponpes saat Gempa Guncang Cianjur

Di lorong menuju tangga, para santri berdesakan di lantai atas, berebut lebih dulu turun sambil dirundung kepanikan.

Penulis: Nurmahadi | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Gedung Ponpes Nurussyifa -- Lantai satu hingga lantai tiga Gedung Ponpes Nurussyifa dijadikan tempat oleh empat orang santri melompat saat gempa Cianjur terjadi. 

TRIBUNBEKASI.COM, SUKABUMI --- Bencana alam gempa bumi yang mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi empat orang santri Ponpes Nurussyifa, Sukabumi.

Ratusan santri berlarian menyelamatkan diri, termasuk para santri yang masih terjebak di lantai dua maupun lantai tiga.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar," takbir menggema dari para santri di ponpes yang terletak di Kecamatan Sukalarang, Sukabumi, saat asrama mereka digoyang gempa bumi Cianjur

Di lorong menuju tangga, para santri berdesakan di lantai atas, berebut lebih dulu turun sambil dirundung kepanikan.

BERITA VIDEO : RIDWAN KAMIL KERAHKAN RATUSAN RELAWAN

Kepanikan mencuat tatkala salah satu tembok kamar Ponpes tersebut jebol dan hampir rubuh.

Satu diantara santri, Ganda (22) menceritakan kepanikan tersebut. Kala itu, saat tanah mengguncang, ia masih terjebak di lantai tiga.

Namun dibanding ikut bersedakan, Ganda memilih mengambil cara ekstrem. Tanpa pikir panjang ia menaiki pagar lalu loncat dari lantai tiga dan mendarat di bumi dengan kaki kanannya.

Tentu meloncat dari ketinggian 8 meter memiliki resiko yang cukup besar. Akan tetapi Ganda paham, cidera yang didapat tidaklah sebesar tertimpa tembok reruntuhan.

Baca juga: Gempa Bumi Cianjur: Jumlah Korban Jiwa Teridentifikasi 271 orang, 40 Masih Hilang

"Pas itu kan pada panik, pada teriak takbir, ada yang lari, saya mau masuk tangga di situ berdesak-desakan, ya udah saya langsung lompat aja," ucapnya kepada Wartakotalive, Rabu (23/11/2022).

Sampai di depan gerbang Ponpes, Ganda pingsan tak kuat menahan nyeri karena engsel tumit kaki kanannya bergeser.

"Habis saya sampai di depan gerbang, di situ sudah enggak ingat apa-apa lagi. Saya pingsan, ucapnya.

Cara ekstrem yang dilakukan Ganda pun diikuti oleh santri lainnya, yakni Alif (12).

Melihat Ganda meloncat ia pun naik ke pagar dan bersiap terjun ke tanah. Pergerakan Alif dilihat oleh teman sekamarnya Hafiz (17).

Halaman
123
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved