Berita Kriminal

Guru SD di Jatiasih Kota Bekasi Cabuli 8 Bocah Perempuan Ditangkap di Riau, Begini Pengakuannya

"Sebetulnya enggak sengaja, karena pada saat itu dia ada di pangkuan saya, tapi tiba-tiba ya tangan itu bergerak. Saya menyesal pak," kata AD

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Seorang guru honorer yang mengajar di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Jatiasih, Kota Bekasi ditangkap polisi. Guru tersebut sempat kabur setelah dilaporkan orangtua korban atas dugaan pencabulan terhadap KN (7). 

TRIBUNBEKASI.COM, MEDANSATRIA --- Seorang guru honorer yang mengajar di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Jatiasih, Kota Bekasi ditangkap polisi.

Guru tersebut sempat kabur setelah dilaporkan orangtua korban atas dugaan pencabulan terhadap KN (7).

Pelaku berinisial AD (28) dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota pada Jumat (4/11/2022) lalu.

Sementara pelaku berhasil ditangkap di Riau pada Sabtu (26/11/2022) pekan lalu.

BERITA VIDEO : SEKURITI APARTEMEN PELUK DAN CIUM KARYAWATI EKSPEDISI

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki mengatakan aksi pencabulan yang dilakukan oleh AD, berawal ketika korban sedang melaksanakan ujian, sedangkan pelaku yang berprofesi guru honorer bertugas mengawasi.

Hanya saja, saat itu dipikiran pelaku terbesit untuk meminta korban duduk dipangkuannya.

Disaat itulah pelaku melakukan perbuatan cabul yang membuat korban merasa trauma.

Baca juga: Korban Pencabulan di Karawang Mengadu ke Hotman Paris, Kapolres Sebut Berkas Diserahkan ke Kejaksaan

"Nah kejadian itu di tanggal 3, pada tanggal 4 pelaku dipecat pihak sekolah. Sehingga pelaku kabur setelah dipecat. Pelaku kabur ke daerah Sumatera Utara dan berhasil diitangkap di Kecamatan Sagulung, Riau," kata Kombes Pol Hengki, Senin (28/11/2022).

Saat diamankan oleh polisi, tersangka AD mengakui perbuatannya.

Berdasarkan pemeriksaan polisi diketahui ada delapan anak dibawah umur yang menjadi korban pelaku.

Hanya saja, lima diantaranya belum mau membuat laporan pihak kepolisian.

"Ada delapan korban namun tiga korban yang sudah diperiksa. Lima lagi menyusul karena pihak keluarga tidak mau membuat laporan yang sama. Tapi nanti akan kami koordinasi kembali," katanya.

Dihadapan petugas kepolisian, AD hanya tertunduk lesu menyesali perbuatannya yang kini harus berurusan dengan hukum.

Halaman
12

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved