Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022: Manusia Terbang Pukau Pengunjung Stadion 974, ini Rahasianya Dia bisa Terbang

Atraksi manusia terbang di Stadion 974, menjelang laga Grup G Piala Dunia 2022 antara Timnas Brasil vs Timnas Swiss.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Eko Priyono
Atraksi manusia terbang di Stadion 974, menjelang laga Grup G Piala Dunia 2022 antara Timnas Brasil vs Timnas Swiss, Senin (28/11/2022) waktu setempat. 

TRIBUNBEKASI.COM, RAS ABU ABBOUD - Piala Dunia 2022 Qatar bukan saja menampilkan pertandingan sepak bola kelas dunia, tapi pertunjukan menari di luar lapangan.

Salah satunya adalah "manusia terbang" di Stadion 974, Ras Abu Abboud, Doha, Qatar, Senin (28/11) malam waktu setempat.

Menurut laporan jurnalis Warta Kota yang meliput Piala Dunia 2022, Eko priyono, dari jauh orang itu memang terlihat seperti sungguh-sungguh terbang bak kupu-kupu.

 

Namun sebenarnya dia berdiri di atas tiang berwarna hitam yang sangat lentur, sehingga bisa mengayun ke segala penjuru.

Bahkan saking elastisnya tiang itu, si penari bisa menukik ke depan dengan sudut 90 derajat.

Dengan tiang yang elastis tersebut, si penari jadi terlihat seperti kupu-kupu yang terbang hilir-mudik bunga-bunga yang kembang.

Apalagi dia mengenakan kostum berwarna cerah yang kontras dengan gelapnya langit malam di Stadion 974.

Tiang penyanggah tersebut memiliki 5 telapak kaki yang menancap ke tanah, untuk menjaga keseimbangan tiang tersebut saat sedang mengayun-ayun.

Memukau

Atraksi penari itu sudah jelas luar biasa, alias bukan yang sering ditemukan dalam pertunjukan sehari-hari.

Buktinya banyak pengunjung Stadion 974, yang sebenarnya datang untuk menyaksikan laga Brasil kontra Serbia, langsung mengeluarkan telepon seluler (ponsel) untuk merekam "manusia terbang" itu.

Selain kagum, para penonton ingin membagikan peristiwa menarik tersebut kepada sanak keluarga dan teman-temannya di rumah.

Atraksi tersebut ditampilkan jelang laga Brasil melawan Swiss, dalam lanjutan laga Grup G Piala Dunia 2022 Qatar, pada Senin (28/11).

Atraksi manusia terbang ini terwujud berkat tiang yang kuat tapi lentur juga, sehingga bisa mengayun-ayun sesuai gerakan penari.
Atraksi manusia terbang ini terwujud berkat tiang yang kuat tapi lentur juga, sehingga bisa mengayun-ayun sesuai gerakan penari. (Warta Kota/Eko Priyono)
Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved