Berita Kriminal

Direktur Perusahaan Ini Mengaku Dikepung, Dianiaya, Hingga Diancam Dibunuh oleh Pria Pecatan TNI

Direktur perusahaan berinisal HI mengaku dikepung, dianiaya, ponsel dicuri, hingga diancam dibunuh oleh pria berinsial NAS, seorang pecatan TNI.

Editor: Panji Baskhara
LADBIBLE via Kompas.com
Ilustrasi: Direktur perusahaan berinisal HI mengaku dikepung, dianiaya, ponsel dicuri, hingga diancam dibunuh oleh pria berinsial NAS, seorang pecatan TNI, kawasan PT Lippo Cikarang Tbk, Distrik 1 Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi 

TRIBUNBEKASI.COM - Seorang pria mengaku-ngaku dikepung 21 orang diduga preman.

Satu orang diantaranya disebut-sebut telah melakukan aksi penganiayaan.

Korban diduga dianiaya itu merupakan seorang direktur di sebuah perusahaan.

Insiden dugaan penganiayaan itu, terjadi di kawasan PT Lippo Cikarang Tbk, Distrik 1 Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Aksi Pemalakan Penumpang Bus Viral di Media Sosial, Polisi Tangkap Preman Jalanan Ini di Warung

Baca juga: Preman Bercelurit Histeris Ditangkap Polisi: Tolong Mak, Aku Enggak Mau di Penjara Bang, Tembak Aku!

Baca juga: Berdiri di Tengah Jalan Lima Preman Palak Seluruh Sopir Truk, Sehari bisa Dapat Ratusan Ribu Rupiah

 

Kuasa Hukum korban, David Sitorus, membenarkan kejadian penganiayaan tersebut.

Ia membenarkan kliennya berinisial HI dikepung dan dianiaya hingga babak belur, oleh satu diantara puluhan orang diduga preman tersebut.

"Tiba-tiba pelaku (terlapor) datang dengan 20 orang preman, memukuli klien saya sampai babak belur seperti ini." ujarnya David Sitorus di Polda Metro Jaya, Rabu (30/1/2022).

Menurutnya, kliennya sendiri tidak melakukan perlawanan sedikitpun.

 

Dikatakannya, insiden penganiayaan pada 7 November 2022 lalu, terjadi saat menghadiri undangan dari PT Lippo Cikarang.

Hingga saat ini, ia tak tahu menahu alasan pelaku berinisial NAS tersebut, melakukan penganiayaan terhadap kliennya.

"NAS datang dengan 20 orang preman, memukuli klien saya sampai babak belur" ucapnya.

"Saya tidak tau motivasinya apa, dendam atau apa, karena klien saya tidak pernah ada urusan bisnis apapun dan segala macem," lanjutnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved