Hari AIDS Sedunia

Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Sebut Ada 700 Kasus Baru HIV/AIDS

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi, ada 700 kasus baru HIV/AIDS di Kota Bekasi dan trennya cenderung meningkat.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Panji Baskhara
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi, ada 700 kasus baru HIV/AIDS di Kota Bekasi dan trennya cenderung meningkat. Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati. 

TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI SELATAN - Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, mengatakan pihaknya temukan kasus baru HIV/AIDS.

Diketahui, ada 700 kasus baru HIV/AIDS di Kota Bekasi di tahun ini.

Bahkan, tren kasus baru HIV/AIDS di Kota Bekasi cenderung naik.

Hal tersebut, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Baca juga: Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi: Sukseskan 2030 Zero AIDS

Baca juga: Temukan 700 Kasus Baru HIV/AIDS di Kota Bekasi, Kepala Dinkes: Bukan Berasal dari Warga Bekasi Saja

Baca juga: Sebanyak 46.972 Orang Jadi Sasaran Tes HIV/AIDS di Karawang

"Untuk tren dari Januari sampai sekarang kan cukup luar biasa menurut kami. Makanya, mari kita berprilaku yang betul-betul aman, tidak beresiko."

"Kemarin sudah diatas 700 untuk yang baru," kata Tanti Rohilawati.

Kendati demikian, dari 700 an kasus baru yang ditemukan itu selama tahun 2022 ini, diungkapnya, tak semua kasus berasal dari warga Kota Bekasi saja, namun juga berasal dari warga luar Kota Bekasi.

Sebab, menurut Tanti berdasarkan sistem tidak bisa memilah antara warga Kota Bekasi maupun bukan warga Bekasi.

"700 kasus ini jangan diasumsikan bahwa orang Kota Bekasi. Jadi yang dilayani di layanan Kota Bekasi ada 700 sekian,"

"Jadi ini kemungkinan dari luar Kota Bekasi juga kita cukup luar biasa besar, karena kelihatannya nyaman berobat di kota Bekasi," ujar dia.

Dengan meningkatnya kasus HIV, Dinas Kesehatan Kota Bekasi bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia mengajak kepada masyarakat khususnya bagi yang memiliki riwayat resiko untuk segera melakukan pemeriksaan sejak sedini mungkin.

"Karena kalau tidak diperiksakan, seandainya dia punya infeksi HIV, kemudian dibiarkan jangka 4 bulan sampai 10 tahun, itu akan bergeser menjadi AIDS dan belum ada obatnya sampai sekarang," ujarnya.

Saat ini diungkapkan oleh Tanti, ada 10 layanan kesehatan di Kota Bekasi yang melayani pemeriksaan test HIV AIDS.

Ia pun juga menekankan kepada masyarakat yang memiliki riwayat resiko untuk tak perlu takut melakukan pemeriksaan sejak sedini mungkin.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved