Berita Bekasi

Kelangkaan Solar Bakal Terjadi Hingga Akhir Desember 2022, Petani Kabupaten Bekasi Makin Menjerit

Bahkan, dikatakannya puluhan petani jatuh sakit lantaran keletihan memanen padi secara manual.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Aksi unjuk rasa gabungan kelompok tani di Kabupaten Bekasi lantaran mengalami kelangkaan solar. 

TRIBUNBEKASI.COM, TARUMAJAYA --- Kelangkaan solar di wilayah Kabupaten Bekasi bakal terjadi hingga akhir Desember 2022 ini.

Tak ayal, ratusan petani di Kabupaten Bekasi menjerit imbas kelangkaan solar yang terjadi sejak sepekan lalu.

Sebab, mesin pemanen padi yang berbahan bakar solar tidak bisa dioperasikan sehingga mereka harus panen secara manual.

"Badan pegel karena kami harus ngasih manual. Bayangin, satu petani minimal ngurus lahan 1 hektar nyabut-nyabutin padi. Sudah enggak efisien, ditambah badan sakit-sakit," keluh seorang petani bernama Nomir saat aksi unjuk rasa di SPBU 3417205, Jalan Bulevard Harapan Indah, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jumat (2/12/2022).

BERITA VIDEO : PAHMI TERKEJUT HARGA BBM MENDADAK NAIK

Bahkan, dikatakannya puluhan petani jatuh sakit lantaran keletihan memanen padi secara manual.

Padahal, padi yang siap panen harus segera dicabut agar tak gagal panen dimakan hama tikus, atau busuk tergenang banjir.

Kondisi serupa tak hanya dialami oleh petani di wilayahnya yang berada di Kecamatan Tarumajaya, namun juga di kecamatan lainnya.

"Kalau saya dari Tarumajaya, teman-teman yang lain ada yang dari Cabangbungin, Sukawangi, Sukakarya, Babelan dan Tambun Utara," katanya.

Baca juga: Program Gerakan Seribu Embung Ini Bikin Petani Panen Sampai Tiga Kali dalam Setahun

Ia menjelaskan para petani hanya bisa membeli solar bersubsidi dalam jumlah banyak ke SPBU 3417205 dikarenakan dijadikan rujukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sejak empat bulan lalu.

Biasanya, satu orang petani diberikan jatah 60 solar yang dibeli menggunakan surat rekomendasi dari BPP.

Sedangkan jumlah maksimal yang bisa dibeli oleh satu gabungan kelompok tani (gapoktan) berjumlah 180 liter per hari.

"Kami dapat jatah solar satu surat rekomendasi bisa beli 60 liter. Sedangkan kami dari gapoktan diperbolehkan membawa tiga surat, jadi 180 liter per hari," tuturnya.

Sementara itu, Arif Sunandar Kepala Divisi SPBU 3417205 mengatakan kelangkaan solar terjadi dikarenakan kuota solar di wilayahnya sudah melewati batas.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved