Berita Artis

Polemik Sengketa Rumah dengan KPH Japto Soelistyo Soerjosoemarno, Wanda Hamidah: Berikhtiar

Wanda Hamidah dan KPH Japto Soelistyo Soerjosoemarno bersengketa soal rumah di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat. 

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com
Artis Wanda Hamidah dan Ketua Umum Pemuda Pancasila KPH Japto Soelistyo Soerjosoemarno bersengketa soal rumah di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Foto: Wanda Hamidah 

TRIBUNBEKASI.COM - Artis Wanda Hamidah hingga kini masih bersengketa dengan Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila (PP) Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Japto Soelistyo Soerjosoemarno.

Wanda Hamidah dan KPH Japto Soelistyo Soerjosoemarno itu bersengketa soal rumah di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat. 

Wanda Hamidah pun tampak enggan beberkan kelanjutan sengketa rumah dengan Japto Soerjosoemarno tersebut ke awak media. 

"Ah enggak mau, nanti aja masalah itu," kata Wanda Hamidah di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2022). 

Wanda Hamidah mengungkapkan, setiap manusia pasti diberi cobaan oleh Yang Maha Kuasa.

Sehingga, ia berusaha bersikap legawa menghadapi sengketa tersebut.  

"Kita manusia, selama masih hidup itu, pasti cobaan banyak, enggak mungkin enggak ada. Kalau kita mati, cobaan baru selesai," ujarnya.

Perempuan usia 45 tahun itu mengaku, tidak pernah putus berikhtiar menghadapi cobaan tersebut. 

Setelah berusaha maksimal, ia pun memasrahkan nasibnya kepada Sang Pencipta.

"Ya sebagai manusia kami tentu berikhtiar. Kami kan masih punya daya juang."

"Ya saya percaya amar ma'ruf nahi mungkar. Yang benar itu benar, yang salah itu salah," ucap Wanda Hamidah.

"Ikhtiar itu penting. Tinggal nanti setelah ikhtiar selesai, kita tawakal saja," sambungnya.

Sebagai informasi, kasus yang menimpa Wanda Hamidah bermula dari dugaan lima rumah di wilayah Jalan Ciasem, Menteng Jakarta Pusat hanya memiliki Surat Izin Penghunian (SIP).

Dari kelima rumah tersebut, terdapat rumah milik keluarga Wanda Hamidah yang diduga tidak diperpanjang sejak 2012. 

Rumah dengan status SIP ini berdiri diatas tanah dalam Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama Japto Soerjosoemarno.

Pihak Wali Kota Jakarta Pusat pun menggusur rumah tersebut karena tak mengindahkan Surat Peringatan (SP) pengosongan rumah sebanyak tiga kali.

(Wartakotalive.com/M35)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved