Berita Bekasi

Solar Langka Hingga Akhir Desember, Ratusan Ton Padi Siap Panen di Kabupaten Bekasi Terancam Busuk

Mereka berasal dari beberapa gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kabupaten Bekasi seperti Kecamatan Tarumajaya, Cabangungin dan Babelan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Aksi unjuk rasa sejumlah gabungan kelompok petani Kabupaten Bekasi di SPBU 3417205, Jalan Bulevard Harapan Indah, Kecamatan Tarumajaya. 

TRIBUNBEKASI.COM, TARUMAJAYA --- Puluhan petani menjerit di SPBU 3417205, Jalan Bulevard Harapan Indah, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jumat (2/12/2022) pagi tadi.

Mereka berasal dari beberapa gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kabupaten Bekasi seperti Kecamatan Tarumajaya, Cabangungin dan Babelan.

Seorang petani, Nomir (49) mengatakan puluhan petani ingin menyampaikan protes terhadap kelangkaan solar yang terjadi di SPBU di Kabupaten Bekasi yang dijadikan rujukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk pembelian BBM bersubsidi sejak empat bulan lalu.

"Kami datang untuk meminta perhatian pemerintah atas kelangkaan solar yang terjadi di SPBU ini," kata Nomir di lokasi.

BERITA VIDEO : PERUM KARAWANG BARU JADI PUSAT PETANI TIMUN SURI

Terlebih lagi, saat ini ratusan petani sedang menghadapi musim panen raya dan sangat butuh mengoperasikan mesin pemanen padi atau yang biasa mereka sebut mesin combine.

Ratusan hektar padi siap panen terancam membusuk karena tergenang banjir apabila saat ini mesin pemanen padi yang berbahan bakar solar tak dikerahkan.

"Karena di lokasi kami sedang ada panen, sedangkan panen raya itu lahannya pada kebanjiran, makanya kami butuh pakai mesin combine biar ngangkut panennya cepat, kalau enggak segera lama-lama busuk padanya," ucapnya.

Baca juga: Program Gerakan Seribu Embung Ini Bikin Petani Panen Sampai Tiga Kali dalam Setahun

Kelangkaan dikatakannya terjadi sejak sepekan lalu. Para petani terpaksa melakukan panen dengan cara mengarit batang-batang padi secara manual yang sangat menyita waktu dan energi.

"Sudah ada semingguan, sebelumnya sih lancar-lancar aja. Makanya kami ini banyak padi yang tidak keambil karena komben itu tidak beroprasi, bahan bakarnya kurang. Jadi panennya hanya bisa pakai tenaga dengan manual. Kalau pakai tenaga orang kan otomatis kami cuma bawa bak saja, terus juga lahannya kebanjiran karena hujan," kata Nomir. 

Banyak petani jatuh sakit

Ratusan petani di Kabupaten Bekasi menjerit lantaran kelangkaan solar yang terjadi sejak sepekan lalu. Akibatnya, mesin pemanen padi yang berbahan bakar solar tak bisa dioperasikan sehingga mereka harus panen secara manual.

"Badan pegel karena kami harus ngasih manual. Bayangin, satu petani minimal ngurus lahan 1 hektar nyabut-nyabutin padi. Sudah enggak efisien, ditambah badan sakit-sakit," keluh seorang petani bernama Nomir saat aksi unjuk rasa di SPBU 3417205, Jalan Bulevard Harapan Indah, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jumat (2/12/2022).

Bahkan, dikatakannya puluhan petani jatuh sakit lantaran keletihan memanen padi secara manual.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved