Berita Politik

Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Erick Thohir Tinggi, Ekonom Senior: Sangat Masuk Akal

Ekonom Senior Drajad Wibowo menilai, hasil survei Poltracking Indonesia sebut kinerja Erick Thohir memuaskan ialah hal yang wajar dan masuk akal.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Ekonom Senior Drajad Wibowo menilai, hasil survei Poltracking Indonesia sebut kinerja Menteri BUMN Erick Thohir memuaskan ialah hal yang wajar dan masuk akal. Foto: Menteri BUMN Erick Thohir 

TRIBUNBEKASI.COM - Kinerja Menteri BUMN Erick Thohir disebut memuaskan menurut hasil survei Poltracking Indonesia.

Ekonom Senior Drajad Wibowo menilai, hasil survei soal kinerja Erick Thohir memuaskan adalah hal yang sangat wajar.

Ia memandang tingkat kepuasan masyarakat itu selaras dengan data yang menujukkan kinerja positif BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir.

"Wajar sekali dan sangat masuk akal jika berdasarkan survei, masyarakat menilai Erick Thohir sebagai salah satu menteri dengan prestasi terbaik."

Baca juga: Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Menteri Jokowi, Erick Thohir Dinilai Sangat Tinggi

Baca juga: Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi: Hubungan PAN dan Erick Thohir Itu Dekat dan Melekat

Baca juga: Alasan Erick Thohir Inginkan Bandara Kertajati Hanya Berfokus Pada Pelayanan Penerbangan Kargo

"Di kalangan profesional, Erick diapresiasi karena kinerja transformasi BUMN yang dilakukannya," ujarnya Drajad Wibowo kepada wartawan, Jumat (9/12/2022).

Menurut Drajad, kesuksesan Erick Thohir adalah membentuk ekosistem BUMN yang mengedepankan semangat profesionalisme.

Hal ini membuat sejumlah profesional di BUMN merasa dihargai.

Para profesional itu pun menjadi lebih optimal dalam bekerja dengan kepentingan untuk meningkatkan performa perusahaan.

Hasilnya dapat terlihat dari data-data kinerja perusahaan BUMN.

"Hasilnya kita lihat dari kinerja BUMN yang membaik signifikan. Pendapatan konsolidasi BUMN pada tahun 2021 mencapai Rp 2.295 triliun atau US$ 160 miliar, naik 18,8 persen secara year-on-year (YoY) dibanding 2020," ujar Drajad.

Bahkan, lanjut dia, laba konsolidasi BUMN yang pada tahun 2020 adalah sebesar Rp 13 triliun atau US$ 892 juta, pada tahun 2021 menjadi Rp 124,7 triliun atau setara US$ 9 miliar.

Artinya, terdapat kenaikan 838 persen.

Di pasar modal, ungkat Drajad, emiten BUMN perbankan dan pertambangan membukukan kebaikan keuntungan dijit-ganda (double digit) pada semester pertama 2022.

"Jadi secara obyektif, transformasi BUMN di bawah ET memang terbukti memberikan hasil positif," ujarnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved