Berita Kriminal

Ferdy Sambo Ngotot Sebut Putri Candrawathi Dirudapaksa, Kuasa Hukum Brigadir J Minta Hasil Visum

Ferdy Sambo menyebut istrinya diperkosa oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J saat di Magelang, Jawa Tengah.

Editor: Panji Baskhara
Kolase Tribunnews.com
Ferdy Sambo menyebut istrinya diperkosa oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J saat di Magelang, Jawa Tengah. Foto: Ferdy Sambo bersama sang istri Putri Candrawati dan Brigadir J (Kanan). 

TRIBUNBEKASI.COM - Eks Kadivpropam Mabes Polri, Ferdy Sambo tetap dengan keterangannya soal pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi.

Ferdy Sambo menyebut istrinya diperkosa oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J saat di Magelang, Jawa Tengah.

Adanya dugaan pemerkosaan itulah yang membuat Ferdy Sambo meradang hingga apda akhirnya menghabisi Brigadir J.

Keterangan Ferdy Sambo soal adanya pemerkosaan itu ditanggapi kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjutak. 

Baca juga: Bharada E Ungkap Sosok Perempuan Menangis Hingga Skandal Perselingkuhan, Ferdy Sambo Sebut Ngarang

Baca juga: Ronny Talapessy Benarkan Kesaksian Bharada E: Sebelum Eksekusi, Ferdy Sambo Tarik Leher Brigadir J

Baca juga: Bertemu Ferdy Sambo di Persidangan, AKBP Ridwan Soplanit: Kenapa Kami Dikorbankan Dalam Masalah Ini?

Ia menilai narasi mengenai kekerasan seksual yang dibangun pihak Ferdy Sambo selama ini hanya untuk menarik simpati masyarakat.

"Saya pikir, soal adanya pelecehan seksual itu dari awal ia (pihak Ferdy Sambo) gulirkan untuk pendapat simpati dari publik.

"Supaya mereka dianggap sebagai korban, dan korban yang mereka anggap sebagai pelaku (seolah) layak dibunuh," kata Martin dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTv, Senin (12/12/2022).

Martin menyatakan tuduhan pemerkosaan yang dilakukan almarhum Brigadir J tidak memiliki dasar yang kuat. 

Menurut Martin, jika Putri korban pemerkosaan, minimal ada visum et repertum.

Jika hanya keterangan korban dan tanpa ada hasil visum, menurut Martin, sangat sulit disimpulkan dugaan tersebut.

"Yang namanya pemerkosaan itu merupakan delik materiil di undang-undang TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual) kita yang baru."

"Keterangan satu saksi cukup apabila disesuaikan alat bukti yang lain. Nah alat bukti yang lain ini visum."

Kuasa Hukum Brigadir J, Martin Simanjutak. (Istimewa)

 

"Ini kan delik materiil harus ada hubungan kausalitas antara perbuatan atau tindak pidananya," jelas Martin.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved