Berita pendidikan

Kementerian Kesehatan Tambah 82 Prodi dalam Program Beasiswa Kedokteran, Pendaftaran Masih Terbuka

Kementerian Kesehatan RI memperbanyak prodi spesialis dan subspesialis yang bisa mendapatkan beasiswa.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa
Kementerian Kesehatan RI memperbanyak prodi spesialis dan subspesialis yang bisa mendapatkan beasiswa. Keterangan foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA -- Kebutuhan akan dokter spesialis semakin tinggi di Indonesia, terutama untuk ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah.

Sebagaimana dilansir laman Kementerian Kesehatan, Pemerintah ingin layanan spesialistik seperti kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merata di semua wilayah Indonesia.

Terutama di semua fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah di wilayah Indonesia Timur dan Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan Terluar (DTPK).

Karena itu, Kementerian Kesehatan akan menambah kuota beasiswa kedokteran dan fellowship sebanyak 82 program studi (prodi) pada tahun 2023 mendatang.

Penambahan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/F/2812/2022 tentang Rekrutmen Program Bantuan Pendidikan Kedokteran dan Fellowship Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2023.

"Kalau sebelumnya, kami hanya menyediakan kuota beasiswa untuk 47 prodi dokter spesialis dan subspesialis, tahun 2023 ditambah 82 prodi. Termasuk di dalamnya ada fellow dan dokter spesialis layanan primer," kata Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, Arianti Anaya di Jakarta pada Sabtu (10/12).

Tambahan 51 prodi

Arianti mejelaskan bahwa 82 prodi tambahan itu terdiri dari 51 prodi untuk dokter spesialis dan subspesialis, 29 fellowship, dan 2 dokter spesialis kedokteran layanan primer.

Jumlah tersebut, lanjut Aryanti, telah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

"Mudah-mudahan dengan adanya perluasan dan penambahan kuota beasiswa ini bisa memenuhi kekurangan tenaga kesehatan, sekaligus memperkuat layanan kesehatan di seluruh pelosok Tanah Air," kata Arianti berharap.

Mengingat pentingnya program ini, Dirjen Arianti meminta kepada dinas kesehatan provinsi hingga kabupaten/kota, serta TNI dan Polri untuk menggencarkan sosialisasi dan edukasi mengenai rekruitmen ini di kanal-kanal yang dimiliki, agar semakin banyak yang mendaftar.

Persyaratan

Peminat beasiswa ini bisa mendaftar dan mengunggah dokumen persyaratan di laman https://bandikdok.kemkes.go.id.

Beberapa persyaratan yang harus dilengkapi peminat adalah:

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved