Wanita Dimutilasi

Polisi Temukan Foto Diduga Korban Mutilasi di Kabupaten Bekasi, Wajah Oriental dan Rambut Sebahu

polisi memperlihatkan sebuah foto wanita paruh baya yang diduga merupakan sosok korban mutilasi di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Koper berisi baju-baju wanita diduga milik korban yang dibawa polisi. 

TRIBUNBEKASI.COM, TAMBUN SELATAN --- Ciri-ciri wanita dimutilasi di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mulai terungkap.

Ketua RT 01/02 Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Alfian menjelaskan dirinya telah dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik kepolisian Polda Metro Jaya, Senin (2/1/2023) kemarin.

Saat menemui penyidik, polisi memperlihatkan sebuah foto wanita paruh baya yang diduga merupakan sosok korban mutilasi di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

"Kalau waktu, di saat pemeriksaan, dikasih lihat foto diduga korban. Karena memang enggak pernah lihat orang itu ada di kontrakan ini, saya bilang enggak tahu wanita itu," ucap Alfian di lokasi, Selasa (3/1/2023).

BERITA VIDEO : TERSANGKA PEMUTILASI WANITA DI BEKASI TERJERAT PINJAMAN ONLINE

 

Foto wanita tersebut, disebutkannya mengenakan pakaian batik, bukan seragam sebuah perusahaan retail berwarna oranye seperti yang ditemukan di kontrakan pelaku MEL.

Selain itu, sosok wanita paruh baya itu, wajahnya berparas oriental dengan rambut sebahu. Meski ditunjukkan foto, kepolisian tak menyebutkan identitas wanita tersebut.

"Waktu itu orangnya tua, kira-kira umur 50-an rambutnya sebahu, tampangnya bersih kayak Chinese, enggak disebutkan namanya, karena di situ belum tertera nama," ujarnya.

Wanita tersebut diduga memiliki satu unit apartemen di kawasan Jakarta.

Baca juga: Polisi Temukan Baju Seragam Warna Oranye, Diduga Korban Mutilasi di Bekasi Karyawati Mini Market

Hal itu diperkuat dengan temuan fotokopi sertifikat apartemen di dalam kamar pelaku saat warga dan polisi melakukan pengecekan pada Jumat (30/12/2022) lalu.

"Kalau korban tinggal di apartemen saya juga kurang tahu, mungkin dari berkas-berkas itu ada salah satu yang mengarah, karena ada berkas HVS ada sertifikat apartemen," tutur Alfian.

Sebelumnya, kasus dugaan mutilasi terkuak berawal dari laporan istri pelaku ke Mapolsek Bantar Gebang yang mencari keberadaan MEL lantaran ia tak kunjung pulang ke rumahnya di Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, sejak 23 Desember 2022 lalu.

 

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved