Berita Jakarta

Penumpang Angkutan Umum di DKI Jakarta Masih Wajib Pakai Masker meski PPKM Sudah Dicabut

Penumpang angkutan umum di DKI Jakarta masih diwajibkan mengenakan masker, dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

shutterstock via Kompas.com
Penumpang angkutan umum di DKI Jakarta masih diwajibkan mengenakan masker, dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Keterangan Foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dicabut, namun penumpang kendaraan umum di DKI Jakarta masih wajib menggunakan masker.

Hal ini tertuang dalam aturan dan ketentuan baru Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengenai penumpang angkutan umum.

Dilansir dari akun Instagram @dishubdkijakarta, aturan tersebut diberlakukan usai dicabutnya PPKM.

"Diimbau kepada para awak kendaraan, petugas, serta penumpang angkutan umum untuk wajib menggunakan masker," demikian tertulis dalam caption unggahan tersebut dikutip Warta Kota, Minggu (8/1/2023).

Imbauan tersebut beryujuan mencegah penularan Covid-19 walaupun PPKM telah dicabut.

Imbauan yang dikeluarkan telah sesuai dengan Surat Edaran Nomor e-0002/SE/2023/SE/2022 tentang Kewajiban Menggunakan Masker di Dalam Sarana dan Prasarana Angkutan Umum pada Masa Transisi menuju Endemi.

"Para penumpang juga diwajibkan tetap menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat akan memasuki fasilitas transportasi," kata Dishub DKI Jakarta sebagaimana tertulis dalam caption unggahan tersebut.

Kemudian, para penumpang juga tetap diimbau untuk melakukan vaksinasi dosis lanjutan (booster).

Pertimbangan PPKM dicabut

Pemerintah RI resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) per Jumat, 30 Desember 2022.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pencabutan PPKM dilakukan dengan melihat berbagai pertimbangan, salah satunya adalah 98 persen penduduk Indonesia telah memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19.

Hal tersebut merupakan hasil sero survei untuk melihat jumlah populasi yang telah memiliki antibodi terhadap virus Corona.

"Pencabutan PPKM ini benar-benar karena kami melihat kasus Covid-19 di Tanah Air, dan sudah dilakukan sero survei yang tadi sudah saya tunjukkan di layar. Hasilnya menunjukkan bahwa sudah lebih dari 98 persen penduduk kita memiliki kekebalan terhadap Covid-19," kata Jokowi dalam pernyataan pers di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (30/12/2022).

Dalam mengambil keputusan ini, Presiden menegaskan Pemerintah tak asal mencabut PPKM.

Namun dilandasi kajian-kajian saintifik, termasuk masukan dari para epidemiolog tentang imunitas masyarakat dan perkembangan virus Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah telah memantau perkembangan dua hal tersebut selama 10 bulan, hingga akhirnya memutuskan mencabut penerapan PPKM di seluruh Indonesia.

Adapun sejumlah faktor yang jadi pertimbangan pemerintah antara lain pandemi Covid-19 mulai terkendali. Per 26 Desember 2022 hanya terdapat 1,7 kasus per satu juta penduduk.

Lalu positivity rate mingguan ada di angka 3,35 persen dengan tingkat perawatan rumah sakit atau BOR berada di angka 4,7 persen, serta angka kematian 2,39 persen.

Data tersebut seluruhnya berada di bawah standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (m36)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved