Berita kriminal

Remaja Usia 13 Tahun Disekap dan Dirudapaksa Pemuda Usia 22 Tahun

Pelaku membujuk-rayu dan berjanji akan menikahi si remaja putri saat melampiaskan nafsu bejatnya.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: AC Pinkan Ulaan
Kompas.com
Seorang remaja putri di Telukjambe Timur disekap dan dirudapaksa. Keterangan Foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG -- Nasib pilu dialami seorang anak berusia 13 tahun di Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, baru-baru ini.

Dia disekap dan dirudapaksa sebanyak 10 kali oleh seorang pemuda, yang sehari-hari bekerja sebagai pengantar air minum dalam kemasan galon di sebuah perumahan di kecamatan itur.

Kejadian menyedihkan ini terungkap ketika orangtua anak itu melaporkan peristiwa ini ke polisi, setelah anaknya sudah 5 hari tidak pulang.

Saat polisi melakukan penyelidikan, mereka menemukan korban berada di rumah kontrakan pelaku di Perumnas Telukjambe Timur.

"Dari hasil penyelidikan kami menangkap tersangka berinisial IIT (22) dan kini mendekam di Rutan Mapolres Karawang," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Arief Bastomy, Kamis (12/1/2023).

Tempat nongkrong

Arief mengungkapkan, tersangka dan korban awalnya bertemu di sebuah tempat nongkrong sehingga saling mengenal.

Kemudian tersangka mengajak korban ke rumah kontrakannya, dan merayu untuk melakukan hubungan badan.

"Korban menolak tapi terus dibujuk sehingga korban mau melakukan hal tersebut, karena tersangka menjanjikan akan menikahinya. Tersangka ini berprofesi sebagai pengantar galon isi ulang keliling," jelas Arief.

Tahun Baru

Kata Arief, saat Tahun Baru 1 Januari 2023, tersangka mengajak korban berjalan-jalan seputar Kota Karawang.

Beralasan karena kemalaman, korban diajak menginap di kontrakannya.

Di kontrakan itu korban kembali dicabuli, dan dia memaksa korban jangan pulang dan terus menginap di rumah kontrakannya selama lima hari.

Selama itu korban dibujuk rayu untuk melakukan persetubuhan atau perbuatan cabul sebanyak 10 kali.

"Karena korban tidak pulang selama 5 hari, keluarga korban membuat laporan dan mencari informasi ke teman-teman korban. Akhirnya korban ditemukan di rumah kontrakan tersangka di dearah Perumnas," kata Arief.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 dan 82 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. Korban kami lakukan pendampingan oleh tim PPA Polres," tandas Arief.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved