Berita Bekasi

Cegah Penyebaran Virus LSD Serang Hewan Ternak, Pihak DKP3 Kota Bekasi Lakukan Langkah Jitu Ini

Sebab, adanya virus menular itu akan mengganggu penjualan hewan ternak di wilayah Kota Bekasi.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Ilustrasi Hewan Ternak -- Munculnya virus menular Lumpy Skin Diseses (LSD) yang menjangkit hewan ternak, menjadi perhatian serius pihak Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Bekasi. (foto ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN --- Munculnya virus menular Lumpy Skin Diseses (LSD) yang menjangkit hewan ternak, menjadi perhatian serius pihak Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Bekasi.

Sekretaris DKP3 Kota Bekasi, Arif Supriyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah sebagai upaya mencegah penyebaran virus menular LSD yang menyerang hewan ternak itu.

Sebab, adanya virus menular itu akan mengganggu penjualan hewan ternak di wilayah Kota Bekasi.

"Tentu kami telah membuat langkah pencegahan dengan memberikan penyuluhan kepada peternak tentang tata cara mendeteksi dan penanganannya," kata Arif.

BERITA VIDEO : ANTISIPASI PENYAKIT MULUT DAN KUKU, KADIS KPKP DKI TINJAU KANDANG SAPI

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah hewan ternak diserang penyakit mulut dan kuku (PMK) kini muncul virus menular Lumpy Skin Diseses (LSD) yang menjangkit beberapa hewan ternak.

Beberapa daerah pun sudah mendapati adanya temuan virus menular itu di hewan ternak.

Hanya saja, di Kota Bekasi sendiri hingga saat ini, virus menular yang memiliki ciri-ciri benjolan pada hewan ternak tersebut belum ditemukan.

Baca juga: Pemkab Bekasi Targetkan 1.700 Hewan Ternak Terima Vaksinasi PMK

"Kalau untuk di Kota Bekasi LSD belum terkonfirmasi atau di temukan, meski kemarin ada laporan tapi setelah diperiksa bukan LSD," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Bekasi, Herbert Panjaitan, Kamis (19/1/2023).

Meski saat ini belum ditemukan adanya virus itu di Kota Bekasi, justru pihaknya menemukan adanya kasus PMK baru yang menyerang salah satu hewan ternak yang ada di Kota Bekasi.

Pihaknya pun juga sudah melakukan langkah pemberian vaksin terhadap hewan itu.

 

"Justru untuk PMK masih ada kasus dan dilakukan treatment oleh tim dokter dan kesehatan hewan DKP3, yang tidak terjangkit kita beri vaksin hewan serta vitamin," ujarnya.

Menurut dia, kasus PMK yang ditemukan akhir Januari ini ada sebanyak 7 ekor. Saat ini hewan ternak itu pun sudah di pindahkan ke tempat lain untuk menghindari penularan pada hewan ternak yang dalam kondisi sehat.

"Kami juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan jika ditemukan hewan ternak menunjukkan gejala sakit," ucapnya. 

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved