Hari Raya Imlek

Tri Adhianto Berkunjung ke Kelenteng Hok Lay Kiong Pakai Cheongsam, Diserbu Para Pencari Angpao

Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menemu warga KOta Bekasi yang sedang beribadah Imlek di Kelenteng Hok Lay Kiong.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribun Bekasi/Joko Supriyanto
Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menemu warga KOta Bekasi yang sedang beribadah Imlek di Kelenteng Hok Lay Kiong, Minggu (22/1/2023). Tri tak lupa membagikan angpao kepada masyarakat yang menunggu di pintu gerbang kelenteng. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR -- Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengunjungi Klenteng Hok Lay Kiong, Kota Bekasi pada Minggu (22/1), untuk menemui warganya yang melakukan ibadah Hari Raya Imlek

Namun, begitu Tri Adhianto tiba di Kelenteng Hok Lay Kiong, dia langsung diserbu oleh para pencari angpao yang menunggu di depan gerbang kelenteng.

Pantauan Tribunbekasi.com, Tri Adhianto datang bersama istri, dan mereka kompak mengenakan pakaian Cheongsam yang merupakan pakaian khas masyarakat Tionghoa.

 

Mereka pun langsung memasuki area kelenteng untuk melihat secara langsung prosesi sembahyang.

Kedatangan orang nomor 1 di Kota Bekasi ini disambut dengan tabuhan tambur.

Tri bersama istri juga menyalakan lilin yang ada di altar kelenteng.

"Tahun baru Imlek 2574, kita warga Bekasi merayakan sebagai satu kegembiraan," kata Tri Adhianto.

Refleksi diri

Dalam momentum Tahun Baru Imlek 2574 ini, Tri berharap dapat digunakan untuk refleksi diri dari tahun sebelumnya, dan melakukan perubahan yang lebih baik untuk tahun yang akan datang.

Hal ini juga menjadi momentun untuk mengejar yang belum teraih.

"Tentunya ini ada satu waktu mengevaluasi diri bahwa ternyata tahun lalu ada yang belum diselesaikan, kemudian ada mimpi yang mesti dikejar," katanya.

Usai dari Klenteng, Tri Adhianto bersama istri langsung diserbu oleh beberapa warga pencari angpao.

Tri pun langsung mengeluarkan uang recehan dan membagikannya ke beberapa warga yang saat itu menunggu di pintuk Gerbang Klenteng.

Pencari angpao

Salah satu pencari angpao, Neli (39), mengatakan dirinya memang sering datang ke kelenteng ketika Imlek untuk mencari angpao dari masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek.

"Saya memang sering kalau Imlek gini. Ya nyari angpao aja," kata Neli.

Neli mengaku memang tidak banyak uang yang dia terima dari angpao itu. Jumlah yang didapat pun juga tidak menentu. Kadang satu orang bisa memberikan uang sebesar Rp100.000.

"Kalo dapatnya tidak menentu. Kayak tadi di Perumahan Kirana ada orang Tionghoa ngasih Rp100.000. Nah kalo di kelenteng gini enggak tentu kadang Rp2.000, Rp5.000," katanya.

Sumber: Tribun bekasi

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved