Berita Kriminal

Berawal dari Temuan Website Berisi Prostitusi Online, Polisi Tangkap Mucikari Selaku Admin Grup

penangkapan seorang muncikari tersebut bermula dari informasi pada sebuah website yang memajang iklan prostitusi daring.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dedy
Istimewa
Seorang muncikari berinisial MC ditangkap berikut barang bukti situs prostitusi online. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Jasa prostitusi online untuk memuaskan para pria hidung belakang kian merebak di wilayah DKI Jakarta.

Pihak kepolisian pun tidak tinggal diam. Berbekal temuan sebuah website yang memajang iklan prostitusi daring (dalam jaringan), Polsek Tambora mengungkap kasus prostitusi online.

Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama menyebut, penangkapan seorang muncikari tersebut bermula dari informasi pada sebuah website yang memajang iklan prostitusi daring.

Kemudian polisi melalui Unit Reskrim Polsek Tambora melakukan penelusuran dan berhasil masuk ke salah satu grup telegram mereka. 

BERITA VIDEO : TAK MAMPU BAYAR PSK, AR BIKIN LAPORAN PALSU

"Tim berhasil bergabung di grup telegram khusus yang menjajakan prostitusi online bernama 'Big Pertamax'," ujar Putra saat dikonfirmasi, Minggu (22/1/2023).

"Grup telegram ini berisi foto-foto wanita yang ditawarkan berikut harga dan jenis pelayanannya," imbuhnya.

Putra melanjutkan, pihaknya kemudian mengelabui pelaku dengan melakukan pemesanan lewat grup telegram tersebut, sehingga berhasil mengamankan satu orang wanita pekerja prostitusi online. 

Baca juga: Apartemen di Kota Bekasi Jadi Sarang Prostitusi Online, Satpol PP Langsung Gerak Cepat Gelar Razia

"Dalam proses pengembangan prostitusi online, petugas berhasil menangkap pemilik akun sekaligus admin grup telegram Big Pertamax di sebuah apartemen kawasan Pulogadung, Jakarta Timur," kata Putra.

Selain menangkap pemilik akun, petugas juga mengamankan dua wanita lain yang berada di kamar apartemen itu.

Putra mengungkap, pelaku merupakan mucikari sekaligus pemilik akun telegram 'Big Pertamax' tersebut berinisial MC (24).

Sementara tiga wanita yang diamankan, diperiksa sebagai saksi.

"Pemilik akun sekaligus admin grup telegram, kami tetapkan sebagai tersangka. MC (24) berperan merekrut wanita melalui media sosial Twitter," kata Putra.

"Kemudian, jika ada wanita yang berminat, para wanita lalu diminta mengirimkan sejumlah foto dan video. Ketika cocok, MC akan menemui para calon wanita yang akan ditawarkannya melalui grup telegram," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Wartakota

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved