Berita Kriminal

Adanya Gerakan Bawah Tanah Ringankan Vonis Ferdy Sambo, Ketua Harian Kompolnas: Saya Tidak Terkejut!

Menkopolhukam Mahfud MD sebelumnya membeberkan soal adanya gerakan bawah tanah Ferdy Sambo yang bertugas meringankan vonis suami Putri Candrawathi itu

Editor: Panji Baskhara
Kompas.com/Kristianto Purnomo
Beredar kabar adanya gerakan bawah tanah untuk meringankan vonis Ferdy Sambo. Foto: Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM - Kabar adanya gerakan bawah tanah untuk meringankan vonis Ferdy Sambo terus beredar.

Dugaan adanya gerakan bawah tanah ini beredar saat menjelang sidang agenda pembelaan vonis Ferdy Sambo.

Saat ini, kabar gerakan bawah tanah Ferdy Sambo ini pun semakin menguat dan menjadi sorotan sejumlah pihak.

Menkopolhukam Mahfud MD sebelumnya membeberkan soal adanya gerakan bawah tanah Ferdy Sambo tersebut.

Baca juga: Gerakan Bawah Tanah Ringankan Vonis Ferdy Sambo, Power Suami Putri Candrawathi Masih Sebegitu Besar?

Baca juga: Kabar Adanya Gerakan Bawah Tanah untuk Meringankan Vonis Ferdy Sambo Menjadi Sorotan Sejumlah Pihak

Baca juga: Jaksa Tuntut Ferdy Sambo Pidana Penjara Seumur Hidup, Pakar Hukum: Sampai Mati Dia Dipenjara 

Saat ini, gerakan bawah tanah untuk meringankan vonis Ferdy Sambo itu turut disoroti oleh Kompolnas hingga IPW.

Kubu Brigadir J juga mempercayai meski ditahan dan berstatus terdakwa, power Ferdy Sambo itu masih sangat besar.

Kompolnas Tak Terkejut Ada Gerakan Bawah Tanah demi Ringankan Vonis Ferdy Sambo

Diakui Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto tak terkejut ada 'gerakan bawah tanah' di kasus Ferdy Sambo.

Sebab, sejak awal kasus ini bergulir sudah terendus indikasi adanya gerakan yang ingin membebaskan atau loloskan Ferdy Sambo.

"Saya tidak terkejut, karena sejak awal kasus ini terjadi kan sudah penuh dengan upaya untuk lolos," kata Benny, dikutip dari youTube MetroTvNews, Senin (23/1/2023) .

Upaya gerakan bawah tanah itu, kata Benny, termasuk dengan adanya gugatan pihak Ferdy Sambo ke Presiden dan Kapolri di tengah kasus ini berlangsung.

Sebelumnya, Ferdy Sambo sempat menggugat Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta.

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto seusai gelar perkara kasus Brigadir J bersama kuasa hukum Brigadir J dan Bareskrim Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (20/7/2022). Ia menyebut ekshumasi terkait autopsi ulang Brigadir Yoshua Hutabarat alias Brigadir J bakal segera dilaksanakan. (Tribunnews.com/ Igman Ibrahim)

 

 

Gugatan tersebut terkait Pemberhentian Tidak Hormat (PTDH) pada mantan Kadiv Propam Polri itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved