Keracunan di Bantargebang

Kasus Keracunan di Bantargebang: Teman Duloh Tak Menyangka Pedagang Cincau itu Pelaku Pembunuhan

Keterlibatan Solihin alias Duloh dalam kasus pembunuhan berantai membuat kaget teman-temannya sesama pedagang.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: AC Pinkan Ulaan
Tangkap layar You Tube Warta Kota Production
Para pelaku pembunuhan berantai, dari kiri ke kanan: M Dede Solehudin, Wowon Erawan alias Aki, dan Solihin alias Duloh. 

TRIBUNBEKASI.COM, BANTARGEBANG -- Solihin alias Duloh, salah satu tersangka kasus pembunuhan berantai di Cianjur-Bekasi, rupanya sehari-hari berdagang cincau di sebuah sekolah dasar di Bantargebang, Kota Bekasi.

Bahkan Duloh cukup dikenal oleh para pedagang di sekolah tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Narto (33), seorang pedagang penganan di sekitar Sekolah itu.

Narto mengaku terkejut mendengar Solihin merupakan salah satu pelaku pembunuhan berantai, dengan korban di Cianjur-Bekasi.

"Awalnya juga kaget. Itu juga tahu dari teman-teman, ditunjukin fotonya. Lah kita semua pada kaget, lah ini mah teman kita dagang," kata Narto pada Selasa (24/1).

Narto mengungkapkan bahwa Solihin memang sudah lama berdagang. Hanya saja sejak dia mengenal pedagang cincau itu, tak pernah tebersit dalam benak Narto bahwa Solihin, atau yang biasa ida kenal sebagai Aki, akan melakukan hal seperti itu.

"Orangnya mah baik. Saya saja juga kaget. Dia pun juga kalau dagang enggak sampai malam. Kadang jam 9 itu datang nanti jam 3 sudah pulang," katanya.

Punya 3 anak

Menurut sepengetahuan Narto, Solihin tinggal di sebuah kontrakan di wilayah Cikuwul, Bantargebang.

Dia tinggal bersama tiga anaknya, bahkan ketiganya pun juga bekerja sebagai pedagang cincau.

"Yang saya tahu, dia ngontrak di Cikuwul Sumur Batu. Sama anaknya juga tinggalnya, cowok semua. Tapi sejak kejadian itu sudah enggak pernah tahu lagi," ujarnya.

Satu minggu sebelum kejadian keracunan sekeluarga di RT 02/03 Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi pada Kamis (12/1), Solihin sempat berpamitan untuk kembali ke Cianjur Jawa Barat.

Waktu itu Solihin berkata ingin menemui keluarganya yang sedang sakit.

"Ya sampai sekarang sudah enggak keliatan lagi," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun bekasi

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved