Berita Kriminal

Ferdy Sambo Pamer Prestasinya Selama Bekerja di Polri, Ibu Brigadir J: Dia Menunjukkan Kebodohannya!

Sindiran dari Rosti Simanjuntak itu setelah mendengar Ferdy Sambo beberkan sejumlah prestasinya selama 26 tahun bekerja di Polri saat sidang.

Editor: Panji Baskhara
Kompas.com/Kristianto Purnomo
Sindiran dari Rosti Simanjuntak itu setelah mendengar Ferdy Sambo beberkan sejumlah prestasinya selama 26 tahun bekerja di Polri saat sidang. Foto: Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

TRIBUNBEKASI.COM - Rosti Simanjuntak, ibu kandung almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sindir Ferdy Sambo.

Sindiran dari Rosti Simanjuntak itu setelah mendengar Ferdy Sambo beberkan sejumlah prestasinya selama 26 tahun bekerja di Polri.

Menurut Rosti Simanjuntak, aksi Ferdy Sambo pamer prestasi saat sidang bentuk 'menelanjangi dirinya sendiri'.

Menurutnya, apa yang disampaikan aktor intelektual dalam kasus pembunuhan berencana terhadap mendiang anaknya itu 'bertolak belakang' dengan apa yang dilakukan saat ini.

Baca juga: Fungsi dan Isi Buku Hitam Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak: Itu Sebagai Sinyal Hati-hati Lo Semua

Baca juga: Ferdy Sambo Mendidih Jika Mengingat Kembali Pengakuan Putri Candrawathi Telah Dilecehkan Brigadir J

Baca juga: IPW Sebut Kasus-kasus Besar Jerat Perwira Tinggi Polri Bisa Terungkap Bila Ferdy Sambo Dihukum Mati

"Dia mengatakan, ia bekerja selama 26 tahun di penegak hukum di tubuh Polri. Dia mengaku dia adalah manusia terhormat."

"Tapi di dalam pembunuhan berencana kepada anak saya, dia menerima sumber dari malapetaka dari sepihak," katanya Rosti, dalam tayangan Kompas TV, Rabu (25/1/2023).

Ferdy Sambo, kata Rosti, akui sebagai manusia terhormat.

Namun tindakannya membunuh seorang manusia menunjukkan sebenarnya ia bukan merupakan golongan yang layak dihormati.

Selain itu, Rosti menegaskan bahwa terlibat dalam kasus pembunuhan membuat Ferdy Sambo tampak seperti orang bodoh.

"Jadi, di sana dia menunjukkan kebodohannya sendiri yang mengatakan dia terhormat, namun di perbuatan ini, dia adalah pemimpin yang tidak berhasil atau tidak terhormat di dalam segala pekerjaan maupun tugasnya," jelas Rosti.

Diketahui, dalam sidang tuntutan pada 17 Januari lalu, JPU menuntut Ferdy Sambo dengan hukuman pidana penjara seumur hidup.

Ferdy Sambo pun telah menyampaikan nota pembelaan atau pledoi pada Selasa kemarin.

Lalu untuk tuntutan yang diajukan JPU terhadap sang istri yakni Putri Candrawathi pada 18 Januari lalu adalah pidana 8 tahun penjara.

Sedangkan Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang juga berstatus sebagai Justice Collaborator, pada hari yang sama JPU mengajukan tuntutan hukuman pidana 12 tahun penjara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved