Senin, 1 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Tangerang Raya

Tiga Warga Teluknaga Tewas Tersengat Listrik, Perbaiki Pompa Air Saat Banjir

Tiga orang warga Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang tewas tersengat listrik saat memperbaiki pompa kala banjir setinggi 50-100 centimeter

Tayang:
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Bekasi/Gilbert Sem Sandro
Perbaiki Pompa Air Saat Banjir, Tiga Warga Teluknaga Tewas Tersengat Listrik. (Screenshoot video warga) 

TRIBUNBEKASI.COM, TANGERANG ---- Tiga orang warga Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang tewas saat banjir setinggi 50-100 centimeter (cm) melanda.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengatakan, tiga warga tersebut tewas lantaran tersengat listrik.

"Ada tiga orang warga Kampung Cirumpak meninggal dunia akibat kesetrum listrik dan korban sudah dimakamkan pihak keluarganya masing-masing," ujar Ujat Sudrajat, Kamis (2/3/2023).

Ujat menerangkan, tiga korban tewas tersebut tersengat listrik ketika tengah memperbaiki alat pompa air.

Namun, situasi banjir yang melanda saat itu membuat hantaran listrik menyengat ke tiga korban yang membuat meninggal dunia di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Tiga orang tersetrum listrik ketika sedang membenarkan alat pompa air dan seketika itu juga mereka tersengat listrik dan meninggal," kata dia.

Ia menjelaskan, hujan deras mengguyur Kampung Cirumpak sejak pukul 01.00 WIB hingga 10.15 WIB, mengakibatkan banjir dengan ketinggian 50-100 sentimeter.

"Ada tiga RT dalam dua RW yang terdampak di kampung tersebut, sehingga menyebabkan 1.494 jiwa terdampak karena banjir tersebut," tuturnya. 

Baca juga: Tak hanya Perumahan, 2.118 Hektar Sawah di Karawang Terdampak Banjir, Terancam Gagal Panen

Baca juga: Jalan Nasional depan SPBU Klari Terendam Banjir, Pemkab Karawang Bakal Bersurat ke Kementerian PUPR


Menurut Ujat, pihaknya masih melakukan penanganan evakuasi banjir dengan menerjunkan satu unit perahu karet dan tujuh personel. 

"Akses jalan enggak bisa dilalui, drainase tersendat karena dataran yang rendah," jelas Ujat Sudrajat. (m28)


 

--

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved