Berita Bekasi
Kemenaker Berangkatkan 160 Peserta Magang ke Jepang, ini Besaran Gajinya
Sebanyak 160 peserta magang dikirim ke beberapa perusahan yang ada di Jepang melalui agency penyalur tenaga kerja di Jepang, JOE Cooperative.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI SELATAN ----- Sebanyak 160 peserta magang dikirim ke beberapa perusahan yang ada di Jepang melalui agency penyalur tenaga kerja di Jepang, JOE Cooperative.
Penyaluran pemagangan merupakan pilot project Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN).
Ketua Umum AP2LN, Firman Budiyanto mengatakan ratusan peserta magang yang di kirim ke Jepang ini, merupakan rekrutan sejak Oktober 2022 silam di lima Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan di Indonesia. Antara lain di Bekasi, Medan, Padang, Makassar dan Semarang.
"Ini pilot project baru sekitar 160 yang bisa kita rekrut dari lima lokasi balai, kemudian kita berikan pelajaran-pelajaran bahasa dan juga budaya Jepang, sekarang mereka sudah siap diberangkatkan," kata Firman di Gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produtivitas (BBPVP) Kota Bekasi, Senin (20/3/2023).
Diungkapkan Firman, proses pemagangan merupakan bagian penting dalam proses pelatihan kerja. Menurut dia, jika para peserta nantinya akan kembali diberikan pelatihan, untuk dapat diketahui sektor perusahaan mana saja para peserta dapat ditempatkan, hingga mempelajari budaya Jepang.
"Dan Kita harapkan setelah pulang, mereka bisa mengimplementasikan ilmu yang ada di sana untuk membuat perusahan kecil yang ada di sini," katanya.
Representative of Supervising Organization JOE Cooperative, Kitazawa Tomoko, mengatakan jika perusahanya memiliki setidaknya ada 4000 mitra perusahaan yang siap untuk menampung peserta pemagangan yang berasal dari Indonesia.
Baca juga: Ibu Eksploitasi Anaknya Jadi Pengemis di Alun-alun Karawang, Begini Upaya Satpol PP
Baca juga: UMK Karawang 2023 Tertinggi Se-Indonesia, Cellica Berharap Serapan Tenaga Kerja juga Tinggi
Hanya saja untuk pilot project pertama ini, hanya ada 160 peserta magang asal Indonesia yang nantinya di kirim ke Jepang. Mereka nantinya akan ditempatkan di 50 perusahaan yang ada di Jepang
"Para peserta magang akan ditempatkan di pabrik yang ada di Jepang, seperti manufacturing, elektronik, otomotif, permesinan, pengelasan, pengecatan juga, dan pengolahan makanan," kata Kitazawa Tomoko.
Menurut Kitazawa, dirinya sangat menyukai loyalitas para pekerja Indonesia. Kata dia, para pekerja Indonesia dianggap sangat rajin, jujur, ramah dan patuh dengan perusahaan. Dan yang paling penting, menurut Kitazawa, pekerja Indonesia dianggap murah senyum.
"Nanti mereka juga selamaselama satu bulan setelah datang ke Jepang akan belajar dulu di akademi. Di akademi juga memberikan latihan bahasa jepang secara gratis," katanya.
Baca juga: Gudang Baru DHL Express Indonesia di Cikarang Dinilai Bisa Serap Tenaga Kerja Lokal Kabupaten Bekasi
Baca juga: Ini Penyebab Serapan Tenaga Kerja Rendah di Karawang, Padahal Realisasi Investasi Tertinggi se-Jabar
Para peserta magang yang diberangkatkan ke Jepang ini nantinya akan menjalani proses pemagangan selama 1 tahun sampai 3 tahun, disesuaikan dengan kebutuhan Perusahaan yang ada di sana.
Atau mengikuti program skilled worker di Jepang untuk program lima tahun kemudian.
"Untuk durasi magang itu Ada yang 3 tahun, ada yang 1 tahun sedikit. Untuk gaji para peserta selama di Jepang itu di sesuaikan dengan jenis pekerjaan. Namun
rata rata 150 ribu yen, atau 200 ribu Yen. Kalo dalam rupiah itu Rp.15 juta sampai Rp.20 juta," ujarnya.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Budi Hartawan mengatakan dalam proses pengiriman pemagang ke Jepang, para peserta tidak dibebankan biaya apapun. Sebab, menurut Budi, biaya sepenuhnya ditanggung oleh Perusahaan yang ada di Jepang.
"Jadi ini pertama kali ada perusahaan Jepang yang membiayai secara masif. Sehingga peserta magang yang diberangkatkan itu nol rupiah, kalo pun ada itu hanya keperluan pribadi saja, sebab Asrama, makan dan pelatihan itu ditanggung perusahaan," kata Budi. (JOS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Para-peserta-magang-ke-Jepang.jpg)