Berita Karawang
Bupati Karawang Minta Orangtua Antar Anaknya Imunisasi Polio
Sebab, apabila tidak mendapatkan imunisasi polio, anak akan berisiko terkena cacat yang permanen.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana meminta para orangtua yang belum mengantar anaknya untuk imunisasi polio untuk segera datang ke posko Sub-PIN Polio.
Sebab, apabila tidak mendapatkan imunisasi polio, anak akan berisiko terkena cacat yang permanen.
“Jika ada yang tidak mau, bantu bujuk. Karena kalau kena polio sulit sembuh, bisa jadi cacat permanen,” kata Cellica Nurrachadiana pada Selasa (16/5/2023).
Cellica Nurrachadiana menerangkan, Pemkab Karawang memiliki target pencapaian imunisasi Polio bagi balita usia 0-59 bulan sebanyak 181.642 anak.
Pada kick off pertama 3-9 April 2023 cakupan vaksin polio capai 98,6 persen.
Baca juga: Sering Absen Agenda Partai, Nasib Tri Adhianto di Pilkada Jadi Pertimbangan
Baca juga: Siswi SD Tewas Terlindas Bus Akibat Kecelakaan di Jalan Raya Cikarang-Sukatani
Pada putaran kedua yang dilangsungkan pada 15-21 Mei 2023 cakupannya diharapkan mencapai lebih dari 95 persen. Tersebar merata di seluruh wilayah di Kabupaten Karawang.
"Kami akan jemput bola ke tempat warga yang dipusatkan di posyandu untuk memberikan vaksinasi polisi bagi balita agar terhindari dari penyakit lumpuh layu tersebut," beber dia.
Kepala Dinkes Karawang, dr Endang Suryadi menyebutkan, saat ini capaian Karawang berada di urutan 11 se-Provinsi Jawa Barat.
Ia berharap pada putaran kedua, Dinkes bisa mendekati angka 100 persen atau lebih.
“Kita nomer 11 di provinsi, rata-rata 98, 99 persen. Putaran sebelumnya Karawang mencapai 98 persen, jadi kita targetkan 98,6 persen diputaran kedua. Semoga bisa mendekati 100 persen, syukur-syukur lebih,” ungkapnya.
Baca juga: Capaian SUB-PIN Polio Karawang Urutan 11 se-Jawa Barat, Bupati Minta Ditingkatkan
Baca juga: Pengalaman Pahit Perselingkuhan, Diceritakan Prinsa Mandagie di Mini Albumnya
Endang menambahkan, ada 2 strategi yang diterapkan pihaknya dalam mengeksekusi Sub PIN Polio, yakni mengejar wilayah yang capaiannya kecil di putaran pertama dan strategi sweeping pasca pelaksanaan Sub-PIN Polio serentak.
“Kita juga lakukan sweeping segera, setelah beres periode tanggal 15 sampai 21, 5 hari setelahnya kita swiping. Siang sore kita kejar dan cari mana yang belum divaksin,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Cellica-16Mei.jpg)