Selasa, 19 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Banjir di Bekasi

Perumahan Nirwana Residence di Bekasi Terendam Banjir hingga 60 Centimeter

Banjir yang telah merendam 7 blok di perumahan Nirwana Residence itu diperkirakan dengan ketinggian air 40-60 centimeter.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Perumahan Nirwana Residence, Karang Bahagia, Cikarang, Kabupaten Bekasi dilanda banjir. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI — Perumahan Nirwana Residence yang terletak di Desa Karangbahagia, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi dilanda banjir.

Banjir mulai merendam kawasan tersebut sejak Sabtu sore, 6 Juli 2004 hingga ketinggian mencapai 60 centimeter.

Kondisi di Perumahan Nirwana Residence pagi ini, masih terendam banjir dengan ketinggian sudah berangsur surut mencapai 20-40 centimeter.

Seorang warga Perumahan Asep (34) mengatakan, warga yang tinggal di wilayah tersebut sudah tak heran dengan terjadinya banjir karena kerap terjadi.

Banjir terjadi jika curah hujan tinggi yang membuat saluran meluap ke jalan.

"Banjir ini akibat curah hujan tinggi dari Sabtu siang nggak reda-reda, air mulai naik tinggi kira-kira Minggu jam 01.00 dini hari," kata Asep pada Minggu, 7 Juli 2024.

BERITA VIDEO: VIRAL VIDEO POLWAN ATUR LALU LINTAS SAAT HUJAN DERAS DI BEKASI

Banjir merendam 7 blok di perumahan itu diperkirakan dengan ketinggian air 40-60 cm.

Bahkan, air tampak menggenangi seluruh ruas jalan di Perumahan Nirwana Residence tersebut.

"Ketinggian air kurang lebih sampe 40-60 cm. Seluruh jalan perumahan udah ketutup genangan air," ucap Asep.

Hingga Minggu pagi, 7 Juli 2024, air masih menggenangi rumah warga dan belum surut, sehingga aktivitas warga pun tersendat.

Warga juga khawatir akan terjadi banjir susulan, mengingat di lokasi saat ini juga masih turun hujan.

"Sampe sekarang ini air masih belum surut, kita mau jualan juga libur dulu, khawatir air naik lagi ke dalem rumah soalnya sampe pagi ini masih gerimis," tandasnya. 

Baca juga: Lokasi Layanan Samsat Keliling di Kota/Kabupaten Bekasi dan Karawang, Senin 8 Juli 2024 Besok

Baca juga: Jadwal SIM Keliling Karawang Senin 8 Juli 2024 Besok di Pospol Dawuan Hingga Pukul 14.00

Baca juga: SIM Keliling Kota Bekasi, Senin 8 Juli 2024 Besok, di Mitra 10 Harapan Indah, Cek Syaratnya

Banjir di Kolong Tol

Sebelumnya diberitakan, banjir sedalam 50 centimeter yang merendam Jalan Raya Kalimalang persisnya di kolong tol Pondok Kelapa, Bekasi Barat, Kota Bekasi, bikin runyam.

Menurut keterangan warga, banjir di kolong tol Pondok Kelapa tersebut disebabkan karena meluapnya aliran Kalimalang setelah hujan mengguyur Kota Bekasi sejak Sabtu pagi.

"Enggak setiap hujan banjir, ini karena (air) Kali (Kalimalang) naik, jadinya (meluap) airnya ke sini," ujar Buyo, seorang warga sekitar saat ditemui di lokasi, Sabtu, mengutip Kompas.com.

Buyo mengatakan, banjir di jalur penghubung antara Jakarta Timur dengan Bekasi Barat itu membutuhkan waktu cukup lama untuk surut mengingat airnya berasal dari aliran Kalimalang.

BERITA VIDEO : JALAN RAYA PASAR CIPULIR BANJIR, KEMACETAN PANJANG DARI KEBAYORAN LAMA

"Biasanya kalau banjir kayak gini ya lama juga surutnya, nunggu Kalinya (air) agak turun, dia turun (surut)," ucapnya.

Imbas banjir di kolong tol Pondok Kelapa, arus lalu lintas di Jalan Raya Kalimalang, mulai dari Pondok Kelapa, Jakarta Timur, hingga depan Perumahan Grand Kota Bintang, Bekasi Barat, macet total.

Pantauan Kompas.com di lokasi, pukul 20.00 WIB, banjir di kolong Tol Pondok Kelapa menuju arah Jakarta itu belum juga surut sejak Sabtu siang.

Sejumlah pengendara motor mematikan mesin kendaraannya dan berhenti di pinggir jalan.

Sebagian memilih untuk putar balik dan melawan arus melewati jalur Kalimalang arah Bekasi.

Banjir Perumahan Nirwana Residence - 7 Juli
Perumahan Nirwana Residence, Karang Bahagia, Cikarang, Kabupaten Bekasi dilanda banjir.

Akibatnya, arus lalu lintas di kedua sisi pun tersendat. Semakin larut malam, volume kendaraan yang melewati kedua jalur Kalimalang itu meningkat.

Di tengah kondisi macet, nampak sejumlah pengendara motor memilih untuk melewati "jalan tikus" dengan penerangan lampu jalan yang minim.

Ada juga pemotor yang tetap sabar menunggu sembari berselancar di media sosial menggunakan gawainya.

Sejauh pengamatan di lokasi, tidak ada petugas kepolisian yang berjaga. Hanya terlihat sejumlah "Pak Ogah" yang mengatur arus lalu lintas.

BERITA VIDEO : VIRAL VIDEO POLWAN ATUR LALU LINTAS SAAT HUJAN DERAS DI BEKASI

Teriak putar balik

Banjir di kolong tol mencapai kurang lebih di atas 50 sentimeter. Akibatnya, kendaraan yang hendak ke Jakarta, tak bisa melalui jalur tersebut.

Sebagian pengendara motor memilih putar balik daripada menerabas banjir yang bisa merusak mesin kendaraan mereka.

Terdengar suara imbauan pengendara roda dua yang putar balik. Mereka kompak berteriak "Banjir, banjir, enggak bisa lewat, putar balik!".

Berbeda halnya dengan pemotor, pengendara roda empat yang sudah terlanjur berada dua kilometer dari titik banjir, tidak bisa memilih opsi putar balik.

Jalan lain menuju Jakarta untuk pengendara mobil hanya melalui jalur Tol Jakasampurna.

Baca juga: Di Luar Nalar, GPS Motor Mahasiswi UINSA Tiba-tiba Kirimkan Sinyal Saat Pemiliknya Telah Meninggal

Baca juga: Swiss Tersingkir dari Euro 2024, Dikalahkan Inggris Lewat Drama Adu Penalti

Baca juga: Sempat Tertinggal, Belanda Akhirnya Kalahkan Turki 2-1, Bertemu Inggris di Semifinal

Sementara pemotor bisa melewati jalan perkampungan.

"Saya sudah menunggu 20 menit ini, enggak bisa lewat," kata seorang pengendara mobil yang keluar dari kursi kemudinya dan berbicara dengan seorang pengendara motor.

Sampai sekiranya pukul 17.00 WIB, situasi tidak berubah. Genangan air di kolong tol belum juga surut.

Warga sekitar menuturkan, mengularnya kendaraan yang hendak ke Jakarta itu sudah terlihat sejak sekiranya pukul 11.00 WIB.

"Enggak bisa lewat itu, di depan Graha Delima, yang kolong tol. Sudah dari pagi (macet), (banjir) belum surut," kata seorang warga di lokasi.

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp. 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved