Berita Bekasi
Penyebab Kelangkaan Tabung Gas Elpiji di Tambun Terbongkar, Polisi: Ternyata Ditimbun dan Dioplos
kasus pengoplosan tabung gas elpiji 3 kilogram ini terbongkar berdasarkan hasil laporan dari Bhabinkamtibmas
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI --- Penyebab stok tabung gas elpiji 3 kilogram langka di wilayah Tambun, Kabupaten Bekasi, akhirnya terungkap.
Pihak Satreskrim Polres Metro Bekasi menangkap sindikat pengoplos tabung gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Bekasi.
Sebanyak empat pelaku pengoplosan tabung gas elpiji 3 kilogram ditangkap dan selama beraksi sudah meraup keuntungan hingga Rp 500 juta lebih.
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kompol Sang Ngurah Wiratama mengatakan, kasus pengoplosan tabung gas elpiji 3 kilogram ini terbongkar berdasarkan hasil laporan dari Bhabinkamtibmas yang melihat adanya aktivitas mencurigakan dari tempat tinggal tersangka.
BERITA VIDEO : SINDIKAT PENGOPLOS GAS ELPIJI 3 KILGRAM DIRINGKUS, RUGIKAN NEGARA RP 3,1 MILIAR
"Kebetulan, saat itu Satreskrim juga sedang menelusuri kelangkaan tabung gas di wilayah Tambun sehingga menemukanlah kasus ini," ucapnya.
Kemudian tim bergerak pada Rabu (28/8/2024) sekitar pukul 19.00 WIB di Perumahan Bekasi Timur Permai, Jalan Kali Husada Raya, Desa Setia Mekar Kecamatan Tambun Selatan, dan menangkap empat tersangka.
"Tersangka YM diamankan saat hendak mendistribusikan kaleng-kaleng kecil yang sudah diisi dengan gas subsidi tadi. Diamankan di jalan," katanya.
Baca juga: Pemkab Bekasi Awasi Ketat Pangkalan Gas Elpiji 3 Kilogram, Berani Nakal Bakal Dipidana
Hasil pengembangan ditangkap tersangka lainnya adalah GAG selaku pemilik, I, dan SH seorang operator pemindahan atau penyuntikan gas.
"Kami lakukan pengembangan dan didapatlah lokasi pengerjaan gas subsidi tadi ke kaleng-kaleng yang kecil di Kelurahan Aren Jaya Bekasi Timur Kota Bekasi, total empat tersangka kami tangkap termasuk pemiliknya," ucapnya.
Pengoplosan gas dengan cara disuntik dari tabung gas subsidi ke tabung gas nonsubsidi ini sudah berlangsung 8 bulan. Setiap hari para pelaku mengoplos 200 tabung gas subsidi ke tabung gas portabel.
Aksi ini dilakukan sejak Desember 2023 sampai kemarin proses penangkapan tersangka tengah melakukan pengoplosan.
Dalam satu hari pelaku ini bisa menjual tabung gas portable sebanyak 200 tabung. Dijual melalui e-commerce shopee. Akunnya @bbgundaloutdoor. Dijual di onlineshop tersebut seharga Rp 10 ribu per kaleng, harga aslinya itu Rp 24 ribu.
"Selama beroperasi tersangka sudah meraup keuntungan sebesar Rp 518 juta. Tentunya, ini menjadi kerugian masyarakat kecil yang menggunakan tabung gas subsidi ataupun portable yang dimanfaatkan oleh para pelaku untuk keuntungan pribadi.
BERITA VIDEO : POLRES KARAWANG UNGKAP SINDIKAT PENGOPLOS TABUNG GAS ELPIJI DI KLARI
Penantian 20 Tahun, Umat Katolik Cikarang Terharu Bupati Bekasi Resmikan Gereja Paroki Ibu Teresa |
![]() |
---|
KPU Kabupaten Bekasi Gelar FGD Soal Penerapan E-Voting di Pemilu dan Pilkada 2029 |
![]() |
---|
Wujudkan Destinasi Wisata Air dan Kuliner di Kalimalang, 13 Jembatan Bakal Didesain Ulang |
![]() |
---|
Pengurus Baru Dilantik, NasDem Kabupaten Bekasi Targetkan Raih 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029 |
![]() |
---|
Pemkab Bekasi Tetapkan Kawasan Stadion Wibawamukti Jadi Lokasi CFD, Digelar Sekali Tiap Bulan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.