Berita Bekasi
Warga Bekasi Diminta Tetap Waspada dan Aktifkan Kembali Alat Peringatan Dini, Antisipasi Megathrust
Berdasarkan informasi dari BMKG dan PVMBG, gempa megathrust Selat Sunda merupakan bencana yang tidak dapat diprediksi.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengeluarkan surat edaran berisikan imbauan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mitigasi bencana gempa bumi megathrust Selat Sunda.
Surat edaran bernomor BC.03.01/SE-99/BPBD/2024 itu telah dikeluarkan pada Senin lalu, 9 September 2024.
Surat ini telah disebarkan kepada seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, komunitas pegiat lingkungan, serta camat dan lurah.
Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis mengungkapkan keluarnya surat edaran ini menyusul ada surat edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat nomor 128/PB.01.03/BPBD yang terbit pada 2 September 2024.
Surat itu berisikan tentang peningkatan kewaspadaan dalam menghadapi megathrust.
Baca juga: Kamis Ini, Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Melorot Rp 10.000 Per Gram, Simak Detailnya
Baca juga: Palsukan Surat Keterangan Waris, Kusumayati Dituntut 10 Bulan Penjara Masa Percobaan Satu Tahun
"Jadi kami keluarkan surat terusannya untuk menjadi perhatian seluruh perangkat daerah, camat, lurah dan kepala desa untuk sosialisasikan imbauan itu kepada masyarakat," katanya di Cikarang pada Sabtu lalu, 5 Oktober 2024.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gempa megathrust Selat Sunda merupakan bencana yang tidak dapat diprediksi.
Akan tetapi antisipasi dan kewaspadaan itu harus dipersiapkan.
Sementara itu, Penjabat Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi, meminta agar dilakukan kesiapsiagaan mitigasi bencana.
Mitigasi struktural maupun nonstruktural dengan membangun bangunan aman gempa.
Baca juga: Calvin Verdonk Sebut Dua Laga dengan Hasil Imbang Bikin Permainan Timnas Indonesia Kian Berkembang
Baca juga: Shin Tae-yong Pastikan Maarten Paes 100 Persen Siap Diturunkan Lawan Bahrain
Lalu merencanakan tata ruang yang aman dan membangun kapasitas masyarakat melakukan aksi dini untuk selamat jika gempa bumi terjadi.
Langkah-langkah kesiapsiagaan iti meliputi penyediaan papan informasi, rambu jalur evakuasi, tempat evakuasi sementara, dan pembangunan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal seperti kentongan, speaker masjid, dan alarm.
“Kembali cek alat-alat peringatan dini dan sistem komunikasi kebencanaan dan pastikan rambu-rambu serta arah jalur tempat evakuasi yang memadai,” tambahnya.
Meski gempa bumi megathrust tidak dapat diprediksi, pihaknya bersama para relawan kebencanaan terus berupaya menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk dengan melakukan simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi dan tsunami. Tujuannya agar masyarakat semakin paham akan risiko bencana.
“Tingkatkan koordinasi kesiapan mekanisme kedaruratan dan lakukan simulasi rencana kontingensi untuk menghadapi bencana bersama stakeholder lain,” kata Dedy.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Bekasi
mitigasi bencana
gempa bumi megathrust Selat Sunda
Kepala BPBD Kabupaten Bekasi
Muchlis
| Bakal Diguyur Hujan Pada Malam Ini, Bagaimana Cuaca Bekasi Senin Besok? |
|
|---|
| Kronologi Tukang Ayam Geprek Kaget Temukan Mayat di Dalam Freezer |
|
|---|
| Dua Sepeda Motor dan Pegawai Hilang Usai Ditemukan Mayat Dalam Freezer Kios Ayam Geprek |
|
|---|
| Penampakan Freezer Ayam Geprek yang Berisi Jasad Manusia di Bekasi |
|
|---|
| Polda Metro Jaya Diterjunkan untuk Olah TKP Temuan Mayat di Freezer Kios Ayam Geprek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/ilsutrasi-gempa-bumi-8Des.jpg)