Senin, 4 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Kronologi 13 Makam Dibongkar dan Dipindahkan, Gara-gara Beda Pilihan pada Pilkada Bulukumba

Pilkada di Bulukumba, Sulsel, menimbulkan perselisihan keluarga hingga 13 makam dibongkar dan dipindahkan ke lokasi baru.

Tayang:
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
TRIBUN-TIMUR.COM/SAMSUL BAHRI
Pembongkaran makam di Pekuburan Bulu-bulu, Lingkungan Teko, Kelurahan Tanahkongkong, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (11/12/2024). 

TRIBUNBEKASI.COM, BULUKUMBA -- Pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 menimbulkan perselisihan keluarga hingga mengusik ketenangan para tetua yang dimakamkan di tanah wakaf.

Situasi ini terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Beberapa saat setelah pilkada, terjadi perselisihan dalam sebuah keluarga.

Buntut dari perselisihan ini, sebanyak 13 makam dibongkar dan dipindahkan ke lokasi baru, Rabu (11/12/2024).

Pembongkaran makam tersebut terjadi di Pekuburan Bulubulu, Lingkungan Teko, Kelurahan Tanahkongkong, Kecamatan Ujung Bulu.

Pihak keluarga terpaksa memindahkan makam ke Jalan Muh Hatta akibat permintaan dari pemilik lahan.

Pemilik lahan meminta agar makam dipindahkan karena perbedaan pilihan politik dalam Pilkada yang berlangsung pada 27 November lalu.

"Kami bongkar karena ada kesalahpahaman dengan pemilik lahan. Kami beda pilihan dengannya, sehingga mereka meminta kami pindahkan kuburan nenek, ibu, dan keluarga kami lainnya," kata Tanti, ahli waris yang membongkar kuburan orangtuanya.

Tanti menambahkan, neneknya telah dikubur di lokasi tersebut selama 47 tahun, sementara beberapa makam lainnya baru berusia sekitar tujuh tahun.

Keluarga Tanti memutuskan untuk membeli lahan baru di Jalan Muh Hatta agar tidak lagi mengalami masalah serupa di masa depan.

Mereka patungan untuk membeli lahan dari warga setempat sebagai tempat pemakaman untuk 13 jasad tersebut.

Proses pembongkaran dan penggalian makam, yang sebagian besar merupakan bangunan permanen, diawasi oleh anggota TNI setempat.

Tanti berharap tidak ada lagi permasalahan serupa di kemudian hari.

Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, mengungkapkan keprihatinannya dan berharap agar permasalahan beda pilihan politik tidak mengakibatkan perselisihan yang lebih jauh, terutama yang berujung pada pembongkaran makam.

“Saya tidak ingin ada warganya terpaksa berselisih paham karena beda pilihan hingga bongkar kuburan,” ujarnya.

Peristiwa ini mencerminkan betapa pentingnya menjaga kerukunan antarwarga, terutama dalam konteks politik yang sensitif.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com  

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved