Sabtu, 2 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Menjelang Libur Nataru, Harga Telur di Pasar Tomang Jadi Rp 32.000 per Kg

harga telur ayam negeri mengalami kenaikan menjadi Rp 32.000 per kilogram di Pasar Tomang, Jakbar

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Ign Prayoga
Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah
Martini, penjual telur ayam di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, Kamis (19/12/2024) 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA -- Harga telur ayam mengalami kenaikan jelang Natal dan Tahun Baru 2025.

Telur ayam merupakan salah satu bahan pangan yang kerap mengalami peningkatan permintaan menjelang libur natal dan tahun baru.

Kenaikkan harga telur ayam antara lain terjadi di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Di pasar ini, harga telur ayam mengalami kenaikan hingga menjadi Rp 32.000 per kilogram.

Sebelumnya, harga telur ayam berkisar Rp 28.000 per kilogram.

Menurut salah satu penjual telur, Martini, harga telur naik tahap demi tahap dari Rp 28 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogramnya.  

Ia juga tidak bisa memprediksi kapan harga telur akan kembali turun.

"Naik terus dari Rp 28.000, Rp 29.000, Rp 30.000, sampai sekarang Rp 32.000," ujar Martini saat ditemui di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, Kamis (19/12/2024).

Martini mengambil telur dari peternak di Cianjur, Jawa Barat.

Dari tempat tersebut, harga tersebut sudah merangkak naik.

Sehingga mau tidak mau, Martini menaikkan harga jualnya di pasar tradisional.

"Ya naik juga. Pokoknya kami beli berapa, ya dijual harga segitu," ungkap Martini.

Diakui olehnya, dengan kenaikan harga bahan pokok ini, banyak pembeli yang akhirnya mengurangi pembelian.

Para pembeli biasanya datang dan hanya membeli telur sebanyak setengah kilogram hingga 1 kilogram saja.

"Ya sekarang tetap saya layanin, mau dia (pembeli) beli 1 kilogram atau setengah kilogram juga," kata dia.

Dengan adanya kenaikan ini, Martini berharap pemerintah bisa lebih memerhatikan pasar dan segera mengendalikannya.

"Pemerintah perhatiinlah bahan pokok, kebutuhan rakyatnya, jangan di atas ribut terus kasian rakyatnya," pinta Martini.

Apalagi dengan rencana kenaikan pajak hingga 12 persen, hal itu membuat rakyat semakin tercekik.

"Biasanya tiap Desember naik. Justru kalau lebaran enggak terlalu, karena pemerintah intervensi. Kalau Nataru gini baru (naik)," kata Martini.

Untuk informasi, selain ayam negeri, Martini menjual telur ayam kampung seharga Rp 2.500 per butir dan telur ayam kampung omega Rp 3.500 per butir.

Sementara, telur bebek dijualnya denhan harga Rp 3.200 per butir, dan telur ayam negeri omega Rp 37.000 per kilogram.

Sementara itu, salah seorang pembeli bernama Suemah (60) menyampaikan bahwa kenaikan harga Nataru ini sangat terasa olehnya. 

Di mana, setiap hari dirinya harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk bisa membeli sejumlah bahan pokok.

"Iya memang naik, tapi berupaya enggak ngeluh ya, soalnya mau gimana lagi, butuh," ujar Suemah, di Pasar Tomang Barat, Kamis.

Kali ini, Suemah yang berprofesi sebagai pekerja rumah tangga, membeli telur sebanyak 2 kilogram.

Telur itu akan menjadi stok untuk makan dirinya dan satu orang anaknya.

Namun apabila sedang tidak memiliki uang, Suemah memilih membeli telur pecah karena harga yang terjangkau.

"Kalau lagi kepepet banget, paling beli telur pecah, karena harganya lumayan murah, Rp 1.000 untuk satu butirnya," kata dia. 

Pantau harga

Sementara itu Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, Novy C. Palit mengatakan harga sejumlah komoditi pangan di wilayah Jakarta Barat memang cenderung naik jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Untuk komoditi telur, cabai merah keriting, cabe rawit merah, bawang merah, bawang putih, daging sapi dan daging ayam ras dan beberapa komoditi lainnya masih tinggi atau cenderung naik, komoditi sisanya stabil," ungkap Novy kepada wartawan, Kamis (19/10/2024).

Kendati demikian, Novy mengungkap jika harga komoditi lain seperti beras premium, beras medium, gula pasir, minyak goreng curah, minyak goreng kemasan, tepung terigu 1 kilogram masih tergolong stabil.

Menurut Novy, fluktuasi harga komoditi tersebut diperoleh dari pemantauan harga yang dilakukan Sudin KPKP Jakarta Barat di sejumlah pasar. Di antaranya Pasar Pecah Kulit Tamansari, Pasar Kalideres Kalideres, Pasar Lokbin Kembangan.

Kemudian, di Pasar Slipi, Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, Pasar Jembatan Dua Tambora, Pasar Pos Pengumben Kebon Jeruk dan Pasar Ganefo, Cengkareng. 

"Tugas kami monitoring, melaporkan situasi dan kondisi (harga pangan) di wilayah," kata Novy menanggapi soal kenaikan harga pangan jelang Nataru, Kamis. (m40)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved