Mudik Lebaran 2025
Kebijakan WFA Dinilai Urai Kepadatan Kendaraan Sebelum Puncak Arus Mudik Lebaran, Mudik Lebih Awal
Kebijakan WFA tersebut membuat pergerakan arus mudik terjadi lebih awal yakni H-10 lebaran atau pada Jumat (22/3/2025).
TRIBUNBEKASI.COM — Kebijakan work from anywhere (WFA) yang diberlakukan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMN yang dimulai sejak Senin (24/3/2025) dinilai mampu mengurai kepadatan arus kendaraan pada momen mudik Lebaran Idulfitri 2025.
Korlantas Polri pun mengapresiasi berlakunya kebijakan WFA tersebut.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan kebijakan tersebut membuat pergerakan arus mudik terjadi lebih awal yakni H-10 lebaran atau pada Jumat (22/3/2025).
Karenanya, hal itu dapat mengurai kepadatan arus sebelum memasuki masa puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret 2025 mendatang.
"Bagus sekali pemerintah mengambil kebijakan cepat terkait Work From Anywhere. Jadi H - 10, traffic-nya sudah kelihatan naik," kata Irjen Agus Suryonugroho dalam keterangannya, Selasa (25/3/2025).
Irjen Agus Suryonugroho menyebut jumlah kendaraan baik yang melalui Tol Trans Jawa maupun Sumatera sudah memperlihatkan adanya jumlah peningkatan.
Baca juga: Baharkam Polri Siagakan Ambulans Udara di Tol Trans Jawa Selama Mudik Lebaran, Catat Kontaknya
Baca juga: Cek Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Selasa Ini Anjlok Rp 6.000 Per Gram, Simak Rinciannya
Baca juga: Jelang Lawan Bahrain, Ini Curhat Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert Usai "Dibantai" Australia
Baca juga: Hingga Akhir Pekan, 29.009 Kendaraan Pemudik Lintasi di Ruas Jalan Layang MBZ
Berdasarkan catatan Jasa Marga pada 2024, pergerakan kendaraan pada H-10 lebaran di Tol Trans Jawa yakni 115 ribu kendaraan. Sementara untuk 2025, tercatat sudah 158 ribu kendaraan yang berarti ada kenaikan 37,5 persen.
"Maka dari itu, kebijakan ini adalah untuk mengurai pemudik pulang lebih dahulu. Sama dengan yang ke Sumatra. Melalui Bakauheni itu juga ada kenaikan H-10 kenaikannnya 15,7 persen. H-9 itu 82 persen. Artinya kebijakan WFA ini adalah sangat tepat," ucapnya.
Di sisi lain, kebijakan soal larangan kendaraan sumbu tiga melintas selama Operasi Ketupat 2025 juga akan memperlancar arus mudik nantinya.
Selain itu, skema one way, contraflow hingga ganjil genap (gage) yang bakal diterapkan mendekati puncak arus mudik juga akan membantu mengurai kepadatan kendaraan.
"Artinya bahwa negara pemerintah kementerian lembaga stake holder fungsinya adalah kolaborasi sudah kita lakukan semoga mudik tahun ini adalah mudik yang aman keluarga nyaman selamat sampai tujuan,” tuturnya. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp.
work from anywhere
Korlantas Polri
Kakorlantas Polri
Irjen Agus Suryonugroho
mudik Lebaran Idulfitri
mudik lebaran Idulfitri 2025
| Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Bekasi Selama Mudik Lebaran 2025 Menurun |
|
|---|
| Tiket KAJJ dari Daop 1 Jakarta Masih Tersedia Cukup Banyak di H+3 Lebaran |
|
|---|
| Heboh, Atlet Mudik ke Indramayu Lewat Jalur Udara, Naik Paralayang dan Mendarat di Haurgeulis |
|
|---|
| Ingin Mudik ke Ciamis, Mama Muda dan Bayinya Ditinggal Pergi Suami di Masjid Kaum Ciawi Tasikmalaya |
|
|---|
| Mudik dari Pengalengan ke Ciamis, Seorang Ibu dan Bayi 4 Bulan Ditinggal Suami di Masjid Tasikmalaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Irjen-Agus-Suryonugroho-25-Mar.jpg)