Jumat, 1 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Presiden Prabowo Akui Pernyataan Hasan Nasbi soal Teror Kepala Babi Keliru

Presiden menegaskan, pernyataan Hasan Nasbi yang mengatakan agar kepala babi yang dikirim ke kantor Tempo "dimasak saja" adalah salah dan keliru.

Tayang:
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
Dokumentasi Youtube Sekretariat Presiden 
TEROR KE TEMPO -- Presiden RI Prabowo Subianto di Surabaya, Senin (10/2/2025). Presiden menegaskan, pernyataan Hasan Nasbi yang mengatakan teror kepala babi yang dikirim ke kantor Tempo "dimasak saja" adalah salah dan keliru. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto angkat bicara mengenai pernyataan kontroversial Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, yang mengomentari soal teror kepala babi terhadap Tempo.

Menurut Prabowo, pernyataan Hasan Nasbi yang mengatakan agar kepala babi tersebut "dimasak saja" adalah salah dan keliru.

Dalam wawancara bersama enam pemimpin redaksi media massa di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu, 6 April 2025, Prabowo menjelaskan bahwa ucapan Hasan Nasbi sebagai orang yang baru bergabung di pemerintahan adalah keliru dan teledor.

"Tapi, benar itu ucapan yang menurut saya teledor, itu ya keliru. Ya, saya kira beliau menyesal," ujar Prabowo, seperti yang dikutip dari YouTube Kompas.id, Senin (7/4/2025).

Prabowo juga menilai para pejabat baru di lingkup pemerintahan seringkali kurang berhati-hati dalam merespons masalah yang menjadi sorotan publik. 

"Banyak yang baru. Jadi, mungkin kurang waspada, kurang hati-hati dalam mengucap. Saya kira itu yang bisa saya jelaskan. Saya belum ketemu sih sebetulnya. Setelah tahu, saya juga kaget," tutur Prabowo.

Sebagai kepala negara, Prabowo juga mengakui bahwa komunikasi dalam pemerintahannya perlu lebih ditingkatkan. 

Sebab, sejak awal memimpin negara, Prabowo memang berorientasi kepada hasil kerja.

"Tapi, bahwa komunikasi kurang baik, itu sebetulnya saya anggap itu saya yang bersalah. Karena fokus kami deliver, kerja, rakyat menunggu keputusan," ujarnya.

Teror kepala babi itu terjadi pada Kamis, 20 Maret 2025, ketika pengirim anonim mengirimkan kepala babi ke redaksi Tempo, khususnya ditujukan kepada jurnalis Francisca Christi.

Kejadian tersebut menimbulkan kecaman luas.

Pada saat kejadian, Hasan Nasbi, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat, 21 Maret 2025, sempat melontarkan pernyataan yang dianggap tidak sensitif.

Hasan Nasib saat itu mengatakan bahwa kiriman kepala babi tersebut sebaiknya "dimasak saja." 

Pernyataan tersebut menuai kontroversi dan mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan.

Namun, dalam penjelasan terbarunya, Hasan mencoba meredakan suasana dengan mengatakan bahwa dirinya sebenarnya setuju dengan sikap Francisca Christi yang memilih untuk merespons teror tersebut dengan canda.

"Justru saya setuju dengan Francisca menyikapi teror itu. Kan Francisca merecehkan teror itu sehingga KPI si peneror enggak kesampaian kan. Ya berarti kan salah orang itu, berarti kan enggak sampai itu," kata Hasan Nasbi saat itu.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved