Berita Bekasi
Respon Perang Dagang Amerika Serikat vs China, Manfaatkan Produk Lokal Bisa Jadi Alternatif Solusi
Guru Besar Kampus Bina Nusantara Bekasi, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Prof Gatot Soepriyanto mengungkapkan hal itu di kampus Binus Bekasi.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI UTARA — Pemanfaatan produk lokal dengan baik oleh warga di Tanah Air bisa menjadi alternatif solusi untuk merespon fenomena perang dagang antara Amerika Serikat vs China.
Guru Besar Kampus Bina Nusantara (Binus) Bekasi, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Prof Gatot Soepriyanto mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di kampus Binus Bekasi, Selasa (15/4/2025).
“Betul sekali (Manfaatkan produk lokal), jadi bisa dilihat salah satu perhitungan neraca perdagangan itu bagaimana kapasitas konsumsi kami atau C,” kata Prof Gatot Soepriyanto.
Direktur Kampus Binus Bekasi itu menjelaskan berdasarkan kapasitas konsumsi dapat dilihat peluang pasar domestik yang besar, terhitung dari jumlah seluruh penduduk di Republik Indonesia, sehingga penduduk Republik Indonesia dapat dapat mengembangkan dan menggerakkan perekonomian sendiri tanpa harus ada ketergantungan dari pihak eksternal.
“Peluang besar karena kurang lebih 77 juta lebih penduduk di Indonesia dan kalau ini bisa dimanfaatkan, bagaimana menggunakan brand lokal, mengembangkan swasembada pangan dan energi,” jelasnya.
Menanggapi fenomena itu, Founder Magic Hands, Mu’minat Kamis menyampaikan dirinya yang berkecimpung di dunia bisnis hingga kelas internasional pun mengaku ada kekhawatiran dampak terkait perang dagang tersebut.
Baca juga: PT KAI Daop 1 Operasikan Kereta Tambahan Tujuan Fovorit saat Libur Long Weekend, Simak Jadwalnya
Baca juga: Lokasi Layanan Samsat Keliling di Kota/Kabupaten Bekasi dan Karawang, Rabu 16 April 2025 Ini
Hanya saja ia mengaku akan terus mencari solusi berbisnis serta cara mengembangkan kemampuannya saat situasi tersebut terjadi.
“Kalau untuk kekhawatiran ada terkait isu impor, tetapi tentunya saya malah perlu mengembangkan kemampuan saya untuk mengedepankan brand lokal seperti untuk mengembangkan ide-ide baru,” ucap Mu’minat saat ditemui di kampus Binus Bekasi, Selasa (15/4/2025).
Mahasiswi semester 2 di kampus Binus Bekasi itu mengungkapkan ke depannya ia akan rutin melalukan kolaborasi dengan sejumlah pihak untuk mengatasi hambatan saat fenomena perang dagang berlangsung.
Nantinya dari kolaborasi itu akan tercipta karya yang berkaitan dengan menyikapi isu terbaru.
“Mengangkat isu-isu yang ada di Indonesia untuk kaki jualan produk-produknya, jadi kami kerja sama barang-barang, jadinya saya jualan tidak mengangkat rajutnya (produknya) tapi kami juga mengangkat budayanya,” tutupnya.
Diketahui sebelumnya, Amerika Serikat secara resmi menaikkan tarif terhadap barang-barang impor dari China menjadi 104 persen mulai Rabu (9/4/2025).
Baca juga: Perpanjangan SIM Kabupaten Bekasi, Rabu 16 April 2025 Ini di Dua Lokasi Satpas, Cek Syaratnya
Baca juga: Layanan SIM Keliling Karawang, Rabu ini, 16 April 2025, Dijadwalkan hingga Pukul 14.00
Kebijakan tersebut adalah lanjutan dari rangkaian tindakan proteksionis yang dijuluki Trump sebagai “Liberation Day Tariffs”.
Sementara pihak China menyatakan tidak akan mundur merespon kenaikan tarif tersebut.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp.
| Dua Arah UMKM Asal Cikarang Buka Peluang Masyarakat untuk Usaha Kopi Booth |
|
|---|
| Pipa PGN di Kayuringin Bekasi Bocor Usai Terhantam Alat Berat |
|
|---|
| Seluruh Warga Kabupaten Bekasi Bakal Adakan Pilkades, Begini Persiapannya |
|
|---|
| Ada Patroli Malam Minggu, Remaja Bekasi Batal Mabuk-mabukan |
|
|---|
| Heboh Teror Pocong, MUI Kabupaten Bekasi Minta Warga Jangan Buka Pintu Segera Hubungi Aparat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Prof-Gatot-Soepriyanto-16-Apr.jpg)