Berita Bekasi

Jadi Potensi Pendapatan Daerah, DPRD Kabupaten Bekasi Minta Pemda Manfaatkan Aset yang Terbengkalai

Penilaian aset daerah oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sejak tahun 2024. Seperti bekas Gedung Koni, Kantor Disdik, TK, hingga kantor BBMW

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
BAHAS SOAL ASET DAERAH --- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Ade Sukron meminta pemerintah daerah (pemda) bisa menfaatkan aset daerah yang terbengkalai. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI --- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Ade Sukron meminta pemerintah daerah (pemda) bisa menfaatkan aset daerah yang terbengkalai.

Pasalnya, aset itu dibiarkan begitu saja. Padahal aset daerah itu berpotensi menjadi pendapatan asli daerah (PAD).

"Perhatian kita juga sedang menggalakan inventarisir aset daerah, agar aset-aset itu tidak dibiarkan begitu saja," kata Ade Sukron kepada TribunBekasi.com pada Selasa (22/4/2025).

Ia menjelaskan, aset-aset milik pemda itu  jika dimanfaatkan berpotensi adanya pendapatan baru.

Baca juga: Selamatkan Aset-aset Daerah, BPN Karawang Dukung Pemerintah Kabupaten Lakukan Sertifikasi

Misalkan, lahan-lahan serta bangunan yang ada di wilayah Kota Bekasi ini bisa disewakan atau bahkan dibangun oleh pemda buat tempat parkir atau hotel.

"Daripada aset itu terbengkalai tidak terurus dan dimanfaatkan tidak jelas, kenapa tidak disiapkan agar jadi potensi pendapatan baru, kami segera kaji  soal perda terkait pemanfaatan aset-aset itu," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi, Hudaya menyampaikan pihaknya telah melakukan inventarisir dan penilaian terhadap aset daerah.

Penilaian aset daerah dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sejak tahun 2024. Seperti di bekas Gedung Koni, Kantor Disdik, TK, hingga kantor BBWM.

"Sudah kita nilai semua, beberapa sudah kita tawarkan disewakan seperti eks gedung Koni dan gedung TK di ujung deket pemda sudah ada yang mau sudah kasih harga dan di survei tempatnya, tapi ternyata tidak cocok buat restoran," kata Hudaya.

Ia menyebut, ada aset pemda di Kota Bekasi yang telah menjadi pendapatan baru. Seperti lahan dan bangunan yang sekarang ini disewakan untuk restoran Lapangan Tembak sebesar Rp 1,1 miliar untuk 5 tahun.

"Ini kan jadi potensi pendapatan baru, kita terus upayakan tawarkan ke pihak ketiga yang berminat," katanya. (maz)  

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp

 


 
 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved