Gereja di Sukabumi Dirusak Massa, Anwar Abbas Minta Aparat Segera Bertindak
Sebuah gereja Kristen di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan jadi sasaran amuk massa. Video kejadian ini viral di media sosial.
TRIBUNBEKASI.COM, SUKABUMI - Kasus perusakan gereja mengoyak ketenangan Sukabumi, Jawa Barat.
Sebuah gereja Kristen di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan jadi sasaran amuk massa.
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas meminta aparat penegak hukum dan pihak terkait mengusut kasus perusakan bangunan gereja di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan kini tengah viral di media sosial.
Anwar juga mengimbau agar warga setempat tetap tenang dan tidak menjadi provokator.
"Sehubungan dengan adanya perusakan rumah ibadah (diduga) Gereja Kristen di Sukabumi pada Jumat lalu, maka saya harap masyarakat agar tetap tenang dan jangan melakukan hal-hal yang bisa memancing terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (29/6/2025).
"Serahkan penyelesaian masalah ini kepada pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait agar bisa diselesaikan," sambung Anwar.
Anwar menegaskan terkait pembangunan tempat ibadah, sudah ada SKB dua menteri yang tertuang dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah.
Dia mengungkapkan aturan tersebut dibuat demi menjaga kerukunan umat beragama.
"Jadi berdasarkan aturan tersebut, kita harapkan masalah ini bisa selesai," jelasnya.
Terpisah, politikus PDIP, Guntur Romli, mengecam aksi perusakan tersebut yang dapat merusak kerukunan umat beragama di Indonesia.
Dia juga mengecam adanya salib yang merupakan simbol agama Nasrani dijadikan alat oleh massa untuk melakukan perusakan tempat yang diduga untuk ibadah tersebut.
Guntur mengatakan jika hal serupa dilakukan seperti lafadz 'Allah' diturunkan dan digunakan untuk merusak sesuatu, maka umat Islam dipastikan marah.
"Ini menyedihkan dan menyakitkan," katanya.
Dia pun mendesak agar aparat penegak hukum segera menangkap seluruh pelaku perusakan.
Lebih lanjut, Guntur mengungkapkan melaksanakan ibadah di Indonesia sebenarnya tidak perlu izin.
Dia mengatakan jika memang masih ada permasalahan soal pendirian rumah ibadah, maka warga sekitar seharusnya memfasilitasi alih-alih melarang hingga melakukan perusakan.
Ia menegaskan negara tidak boleh membiarkan tindakan intoleransi berkembang di Indonesia karena bisa merusak persatuan dan kesatuan antar umat.
"Negeri kita tidak boleh kalah pada pihak-pihak intoleran dan radikal yang mengatasnamakan suatu agama tapi bertujuan merusak persatuan kita sebagai bangsa," jelasnya.
Sebelumnya, viral di media sosial aksi intoleransi yang disebut terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Salah satu akun Instagram yang mengunggah video aksi tersebut adalah @sukabumi_satu pada Sabtu (28/6/2025).
Video tersebut menunjukkan massa merusak bangunan dan memecahkan kaca-kacanya.
Bahkan, ada salah satu pelaku pengrusakan yang sampai mengambil kayu berbentuk salib dan menjatuhkannya ke lantai.
Selain itu, salib itu juga digunakan massa untuk memecahkan jendela.
Berdasarkan narasi yang dituliskan oleh akun Instagram tersebut, aksi perusakan itu disebabkan bangunan tersebut digunakan tempat ibadah dan setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan, selalu menutupi jalan warga.
"Rumah ini sudah tiga kali digunakan untuk melakukan ibadah misa. Pernah saat misa beberapa waktu yang lalu sampai ada 23 mobil serta menggunakan bis dan hal itu sebelumnya pernah dilakukan peneguran bahkan sudah melarang dan menolak agar tempat ini digunakan untuk sarana peribadatan," kata ketua RT setempat.
Di sisi lain, belum ada pernyataan resmi dari pemilik tempat ibadah atau kepolisian terkait kronologi dan duduk perkara hingga terjadinya aksi perusakan tersebut.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Viral Aksi Berani Bocah 10 Tahun di Jaktim: Teriak Maling Sambil Kayuh Sepeda, Pelaku Langsung Kabur |
|
|---|
| 2 Kota di Jawa Barat Masuk Daftar Kota Paling Toleran se-Indonesia, Dimana Saja? |
|
|---|
| 560 Personel Jaga Pelaksanaan Ibadah Paskah di Gereja Kabupaten Bekasi |
|
|---|
| Ribuan Jemaat Khidmat Ikuti Misa Jumat Agung di Gereja Ibu Teresa Cikarang |
|
|---|
| IMB Gereja Advent Bekasi Rampung, Stafsus Menag Tegaskan Negara Hadir untuk Semua Umat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Anwar-Abbas-30Ags.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.