Rabu, 27 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Jakarta

Kasus ISPA dan Infeksi Paru-paru di Jakarta Meningkat, Dinkes DKI Imbau Warga Waspada

masyarakat waspada untuk mencegah penyakit pernapasan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Tayang:
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dedy
NET/TribunHealth.com
WASPADA ISPA --- Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia (infeksi paru-paru) di Jakarta meningkat sejak awal Agustus 2025. (FOTO ILUSTRASI) 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA --- Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia (infeksi paru-paru) di Jakarta meningkat sejak awal Agustus 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta DKI, Ovi Norfiana mengimbau masyarakat waspada untuk mencegah penyakit pernapasan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Terjadi peningkatan tren kasus ISPA berdasarkan laporan puskesmas mulai dari awal Agustus 2025. Terdapat persamaan pola tren kasus pneumonia dan ISPA sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan,” ungkap Ovi dalam keterangan resminya, Selasa (14/10/2025).

Namun Ovi tak menjelaskan detail jumlah angka peningkatan kasus ISPA dan pneumonia di Jakarta. 

Baca juga: Waspadai Penularan ISPA ke Anak-anak dan Lansia, Berikut Cara Mencegahnya

Sehingga masyarakat diminta rutin mencuci tangan dengan sabun, memakai masker saat beraktivitas di area padat, serta menghindari kerumunan.

“Penyakit bisa dicegah dengan mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, memakai masker saat beraktivitas di ruangan padat maupun di luar ruangan dengan banyak orang berkerumun, menerapkan etika batuk dan bersin,” jelas dia.

Dia memastikan lonjakan kasus terpantau baik di puskesmas maupun rumah sakit dan masih belum menunjukkan tanda-tanda puncak kasus.

Adapun peningkatan kasus tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor.

“Musim kemarau basah yang tahun ini terjadi berdampak pada tingkat kekebalan individu dan peningkatan jumlah agen biologi sesuai musim sebagai penyebab infeksi saluran napas di lingkungan,” lanjut Ovi.

Tak hanya berasal dari polusi udara, kondisi musim kemarau basah yang terjadi tahun ini turut berdampak pada penurunan daya tahan tubuh masyarakat serta meningkatnya jumlah agen biologis penyebab infeksi di lingkungan.

Pihaknya, kata dia, juga meminta warga untuk menjaga imunitas dengan mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, rutin berolahraga, dan mengelola stres. 

“Segera akses layanan kesehatan jika ada gejala batuk pilek, membatasi aktivitas saat sakit, menghindari asap rokok, serta meningkatkan imunitas dengan makan makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga rutin serta kelola stres,” ucap dia.

(Sumber : Wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti/m27)

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp 


 


 
 
 
 
 

Sumber: Wartakota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved