Transjakarta Kecelakaan
Bus Transjakarta Alami Kecelakaan Tabrak Halte Dukuh Atas, Begini Kondisinya
Insiden kecelakaan bus Transjakarta diduga terjadi akibat pramudi berinisial MNM (31) kehilangan fokus saat mengemudi.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA --- Musibah kecelakaan bus Transjakarta kembali terjadi.
Kali ini, bus TransJakarta menabrak Halte Dukuh Atas arah Kota, Minggu malam (19/10/2025) sekira pukul 20.23 WIB.
"Armada bus Transjakarta Mayasari kode bus MB 1616 menabrak Halte Dukuh Atas arah Kota," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).
Insiden kecelakaan bus Transjakarta diduga terjadi akibat pramudi berinisial MNM (31) kehilangan fokus saat mengemudi.
Baca juga: JPO Halte TransJakarta Jatinegara Tak Aman, Siswi SMA Jadi Korban Eksibisionis Menangis Ketakutan
Saat itu, pramudi tengah melanjutkan perjalanan usai melakukan pelayanan di Halte Karet arah Kota.
"Namun, saat mendekati Halte Dukuh Atas arah Kota, pramudi kehilangan fokus sesaat sehingga bus menabrak bagian depan halte,” jelas Ojo.
Meski dramatis, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Namun, kerusakan dilaporkan terjadi baik pada halte maupun bus.
"Bagian depan bumper bus pecah, bodi samping kanan bawah mengalami kerusakan, dan kaca pintu darurat pecah," tutur Ojo.
Petugas Transjakarta bersama petugas lapangan segera mengamankan lokasi untuk memastikan keselamatan pelanggan dan mencegah gangguan layanan lebih lanjut.
"Dari kejadian ini tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa," pungkas Ojo.
Ruko ditabrak bus Transjakarta
Suara ketukan palu dan gergaji kayu terdengar dari barisan ruko di Jalan Raya Stasiun Cakung, Jakarta Timur, Selasa (14/10/2025) siang. Di salah satu bangunan yang cat putihnya masih tampak baru, seorang perempuan lanjut usia berdiri di depan pintu. Wajahnya terlihat gusar.
Perempuan itu Kartinah (65). Ia masih ingat jelas bagaimana beberapa pekan lalu, ruko miliknya hancur akibat ditabrak bus TransJakarta. Kini, saat renovasi hampir rampung, ia justru menerima surat panggilan dari Satpol PP Kecamatan Cakung.
“Saya bingung, enggak tahu salah saya apa. Kan yang bangunin TransJakarta, bukan saya,” kata Kartinah saat ditemui wartawan di lokasi, Selasa (14/10/2025).
Ia mengaku tidak ikut campur dalam proses renovasi. Semua pengerjaan ditangani langsung oleh pihak TransJakarta.
“Renovasi itu sepenuhnya dilakukan oleh TransJakarta. Saya enggak tahu menahu, pokoknya saya inginnya beres saja,” ujarnya.
Kartinah menduga, surat panggilan itu berkaitan dengan izin bangunan. Namun ia merasa heran karena yang dibangun bukan bangunan baru, melainkan sekadar perbaikan setelah musibah.
“Tadi pagi dikirimin sama Satpol PP, saya jadi pusing kan. Satpol PP ngasih ke tukang terus dikasih ke saya. Saya enggak tahu kenapa sampai dikirimin ginian,” ucapnya dengan nada khawatir.
Ia diminta datang ke kantor Kecamatan Cakung untuk bertemu Satpol PP pada Kamis (16/10/2025). Bukan hanya dirinya, dua pemilik ruko lain juga menerima surat serupa.
“Yang satu itu tukang sepatu, juga korban TransJakarta. Satunya lagi orang yang bangun sendiri. Kalau saya kan dibangunin sama TransJakarta,” katanya.
Kartinah berharap masalah ini tidak berlarut. Ia hanya ingin tenang, menjalani hari-hari di ruko yang selama ini jadi tempat usaha keluarganya.
“Saya kan renovasi bukan kemauan sendiri ya karena ditabrak. Harapan saya sih pengennya tenang saja enggak ada apa-apa gitu, jangan diganggu-ganggu saya lagi,” ujarnya lirih.
BERITA VIDEO : TRANSJABODETABEK RUTE BEKASI-DUKUH ATAS DIRESMIKAN, TARIF HANYA RP 2.000 DAN RP 3.500
Pantauan Warta Kota di lokasi, sisa kayu dari bangunan yang ditabrak masih berserakan di depan ruko. Beberapa pekerja bangunan terlihat sibuk memasang asbes dan plafon. Cat putih baru membuat bangunan tampak segar, namun aroma semen dan debu masih menyelimuti udara.
Belum ada aktivitas jualan dari penyewa ruko karena perbaikan masih berlangsung. Kartinah mengaku sejak tabrakan 19 September 2025 lalu, hidupnya berubah drastis.
“Waktu itu ditawarin mau diganti rugi uang atau direnovasi. Saya pilih renovasi saja karena saya sudah tua, enggak mau pusing,” ceritanya.
Pihak TransJakarta disebut langsung melakukan renovasi beberapa hari pascakejadian. Namun, datangnya surat Satpol PP membuatnya kembali cemas.
Camat Cakung, Fajar Satriyo, saat dikonfirmasi Warta Kota belum merespons panggilan telepon maupun pesan singkat yang dikirim pada Selasa siang.
(Sumber : Wartakotalive.com, Ramadhan LQ/m31)
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Transjakarta-kecelakaan-tabrak-halte-Dukuh-Atas.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.