Jumat, 1 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Karawang

DPRD Jabar Sri Rahayu Soroti Banjir Karangligar Hingga Infrastruktur Karawang

Banjir di Karangligar sudah berlangsung selama puluhan tahun dan kerap terjadi hingga 10 kali dalam setahun.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
Tribunbekasi.com/Muhammad Azzam
BANJIR KARANGLIGAR - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Rahayu saat diwawancarai di Karawang pada Selasa (16/12/2025). Sri Rahayu mempertanyakan langkah nyata penanganan Karangligar yang selama ini belum menunjukkan hasil signifikan. 

Ringkasan Berita:
  • Sri Rahayu Agustina menyoroti banjir Karangligar yang sudah puluhan tahun terjadi hingga 10 kali setahun dan belum punya solusi permanen, meminta penanganan bersama Pemkab, Pemprov, dan pusat.
  • Pemprov Jabar sempat merencanakan pembangunan waduk di Bogor, namun dinilai belum menjawab solusi jangka pendek banjir Karangligar.
  • Anggaran Jabar 2026 sekitar Rp30 triliun difokuskan pada infrastruktur Karawang: jalan, jembatan, sekolah, normalisasi sungai, dan sinergi pusat-daerah.

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar X, Sri Rahayu Agustina menyoroti banjir di Desa Karangligar hingga infrastruktur di Karawang.

Menurutnya, persoalan itu harus selesaikan secara bersama, baik itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat.

"Seperti Karangligar, itu semua harus andil melakukan upaya penyelesaian dan penanganan banjir di lokasi itu," kata Sri saat ditemui di Karawang pada Selasa (16/12/2025).

Sri Rahayu sebagai anggota DPRD Jawa Barat Komisi 1 juga menyinggung sejumlah masukan strategis yang pernah ia sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, salah satunya terkait penanganan banjir Karangligar yang hingga kini belum memiliki solusi permanen.

Menurutnya, persoalan banjir di Karangligar sudah berlangsung selama puluhan tahun dan kerap terjadi hingga 10 kali dalam setahun.

Namun, setiap kali dipertanyakan, jawabannya selalu berkutat pada proses kajian tanpa realisasi konkret.

Baca juga: Usut Korupsi Kuota Haji, KPK Kembali Periksa Yaqut Cholil Qoumas Selasa Ini

Baca juga: Gubernur Pramono Targetkan Renovasi 350 Kios Pasar Kramat Jati yang Terbakar Selesai 5 Hari

Ia mengungkapkan, sebelum pelantikan gubernur, dirinya sempat dipanggil langsung untuk menyampaikan pandangan.

Dalam pertemuan tersebut, Sri Rahayu mempertanyakan langkah nyata penanganan Karangligar yang selama ini belum menunjukkan hasil signifikan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, sempat menyampaikan rencana pembangunan waduk di wilayah Bogor yang diharapkan dapat mengurangi dampak banjir, meski belum memberikan solusi langsung dalam jangka pendek.

"Dan sekarang kita lihat semua sudah turun, Pemkab, Pemprov dan pusat termasuk ada dari Wakil Ketua DPR RI Saan Mustofa untuk berupaya mengatasi banjir Karangligar," beber dia.

Terkait perencanaan tahun 2026, Sri Rahayu menyebutkan bahwa anggaran Provinsi Jawa Barat diproyeksikan mencapai sekitar Rp30 triliun, dengan fokus pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan pelebaran interchange di wilayah Karawang.

Ia menegaskan, saat ini Pemprov Jabar lebih serius menangani jalan-jalan provinsi yang sebelumnya kurang mendapat perhatian, termasuk peningkatan penerangan jalan guna menekan angka kriminalitas.

Baca juga: Jelang Nataru, Harga Cabai dan Bawang Merah di Pasar Induk Cibitung Naik Signifikan

Baca juga: Stagnan, Emas Batangan Antam di Bekasi Selasa ini Tetap Dibanderol Segini

Selain itu perbaikan sekolah, pembangunan sekolah baru serta normalisasi sungai.

“Pak Gubernur sedang memfokuskan perbaikan-perbaikan infrastruktur di Jawa Barat termasuk di Karawang. Sudah ada proses Rumah Panggung, Pembongkaran Bangli, penambahan sekolah, dan perbaikan jalan-jalan Provinsi,” ujarnya.

Ia berharap, sinkronisasi program pusat dan daerah sebagaimana amanat Asta Cita dapat terus diperkuat, sehingga pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan publik di Jawa Barat, khususnya Karawang, berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

"Mudah-mudah diera Gubernur Dedi Mulyadi atau KDM ini bisa lebih sinergi antara Pemkab, Pemprov dan pusat;" katanya. 

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved