Berita Karawang
KKP Ubah Tambak Udang Jadi Modelling Klaster Budidaya Nila Salin di Karawang
Modelling klaster bubidaya nila salin di Karawang dibangun dengan luas area 36 hektare dan akan diperluas 44 hektare.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengubah tambak udang menjadi modelling klaster bubidaya nila salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budi Daya (BLUPPB) Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang pada Jumat (2/1/2024).
Pembangunan modelling tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan produksi ikan nila nasional dan menjadikan sebagai salah satu komoditi strategis yang bisa menjadi andalan Indonesia ke depannya.
"Ini adalah bekas tambak udang yang sudah tidak berfungsi dengan baik dan minim produktifitasnya. Kita mencoba untuk ubah modifikasi dengan tidak lagi dengan udang tapi dengan nila salin," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono usai meninjau lokasi pada Jumat (2/2/2024).
Sakti Wahyu Trenggono melanjutkan, modelling klaster bubidaya nila salin di Karawang dibangun dengan luas area 36 hektare dan akan diperluas 44 hektare.
Adapun total investasi pembangunan Rp 76 miliar lebih dan diproyeksikan balik modal sekira 2 tahun.
Secara hitungan, budidaya nila salin di Karawang ini dapat menghasilkan 7.070 ton per siklus atau 87,7 ton per hektare per siklus, satu siklus itu 7-8 bulan.
"Kita dapat profit Rp 5.500 per kilogram sehingga total nilai margin profit itu mencapai Rp 38 miliar per siklus," imbuhnya.
Menurutnya, pembangunan modelling klaster bubidaya nila salin memiliki potensi nilai pasar cukup tinggi yakni mencapai 13,9 miliar dolar AS.
Baca juga: KPU Kabupaten Bekasi Temukan 29 Ribu Surat Suara Pemilu 2024 Mengalami Kerusakan
Baca juga: Bupati Karawang Minta Dana Desa Diprioritaskan Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Stunting
Baca juga: Kantongi Izin Kampanye Akbar Anies-Cak Imin di Stadion JIS, Timnas AMIN Tetap Siapkan Alternatif
Baca juga: Layanan Samsat Keliling di Kota/Kabupaten Bekasi dan Karawang, Jumat 2 Februari 2024 Cek Lokasinya
Maka, pihaknya akan terus mengembangkannya. Apalagi di kawasan pantura ini ada 78.000 hektare lahan bekas budidaya udang yang dapat dimanfaatkan untuk budi daya tilapia terutama jenis nila salin.
“Ada luasan 78 ribu hektare di pantura yang sekarang ini tidak berfungsi dengan baik. Saya kira ini bisa pemerintah turun tangan buat modifikasi lakukan revitalisasi menjadi budidaya nila salin," beber dia.
Menurutnya ikan nila salin ini lebih tanah lama di area tambak wilayah pantura. Dibandingkan udang karena sudah banyak terkontaminasi dengan kondisi alam sekarang ini.
Dengan mengganti komoditas yang lebih tahan salah satunya adalah ikan tilapia dalam hal ini nila salin.
"Jika ini berjalan baik terus kita kembangkan ke seluruh lahan di pantura, maka diprediksi ada 2 juta ton per siklus. Ini suatu nilai yang sangat besar, dan tentu sangat membantu masyarakat khususnya nanti para petambak atau petani," katanya.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Tambak udang
klaster bubidaya nila salin
Menteri Kelautan dan Perikanan
Sakti Wahyu Trenggono
| Tanpa Demo, Forkopimda dan Buruh Karawang Kompak Gelar Bakti Sosial di Hari Buruh |
|
|---|
| Karawang Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 9 Persen, Berapa Alokasi Anggarannya? |
|
|---|
| Bupati Karawang akan Batasi Benang Layang-layang Imbas Pemotor Tewas |
|
|---|
| Diduga Leher Terjerat Benang Layangan, Pemotor Warga Karawang Tewas di Atas Motor |
|
|---|
| Dibuka Lowongan Kerja Direktur Utama BUMD Petrogas Karawang, Cek Syaratnya! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Menteri-KKP-2-Feb.jpg)